SuaraBali.id - Tersangka kasus penistaan agama Jozeph Paul Zhang menyebut bank syariah sumber dana teroris. Namun Jozeph Paul Zhang tidak jelas sumber data yang menyatakan hal tersebut.
Jozeph Paul Zhang diwawancara DW Jerman beberapa waktu lalu. DW wawancara Jozeph Paul Zhang saat masih buron dan dicari-cari kepolisian Indonesia karena hina Nabi Muhammad cabul, menghina Islam hingga Allah.
"Bank syariah sudah pernah di bahas juga di YouTube saya, bahwa bank syariah di dunia rata-rata menjadi sumber dana teroris," kata Jozeph Paul Zhang dalam petikan wawancara tersebut.
Jozeph Paul Zhang juga mengatakan jika penerapan bank syariah adalah upaya mengubah sistem keuangan dipersiapkan untuk negara khalifah.
"Tapi selama ini orang bebas memilih banknya. Dan tidak ada bukti bank di Indonesia buat terorisme," kata dia.
Hanya saja menurut Jozeph Paul Zhang, bank syariah menjadi sumber pendana teroris di seluruh dunia sudah terbukti.
"Kalau di Indonesia, baru perintisan dan belum berhasil namun pemaksaan sistem akan segera terjadi bila sistemnya sudah ada. Jadi sebetulnya kalau mau kembali ke Pancasila, maka harus benar-benar membersihkan semua aspek kehidupan dari atribut agama tertentu saja. Diganti dengan yang universal," kata dia.
Dalam wawancara sebelumnya, Jozeph Paul Zhang juga menyebut khalifah berkuasa di Indonesia hingga mau mengubah pembukaan UUD 1945 dari Tuhan menjadi Allah.
Sehingga, terkesan Indonesia didirikan oleh Islam.
Baca Juga: Jozeph Paul Zhang: Khalifah Berkuasa di Indonesia
"Khalifah Berkuasa di Indonesia, mengubah pembukaan UUD 1945 dengan memaksakan mengubah kata Tuhan menjadi kata Allah. Sehingga berkesan bahwa Indonesia didirikan oleh Islam. Sampai sekarang masuk ke seluruh aspek kehidupan masyarakat. Saya membongkar para khalifah yang menyusup ke tubuh nasionalis," kata Jozeph Paul Zhang.
Bahkan Jozeph Paul Zhang menyerukan membongkar bahaya khilafah di Indonesia.
"Saya menyerukan dan membongkar terus bahaya khalifah ini," kata dia.
Dalam wawancara itu, Jozeph Paul Zhang juga kecam pemerintahan Jokowi tutup ratusan gereja. Bahkan Jozeph Paul Zhang menghitung ada 200 gereja ditutup di era Jokowi.
Bahkan ada 1.000 gereja ditutup sejak Reformasi 1998. Ini juga yang membuat Jozeph Paul Zhang berani bersuara tenteng Indonesia yang berujung ke laporan penistaan agama.
"Ada 200 gereja di zaman Jokowi yang ditutup dan 1.000 gereja ditutup sejak reformasi. Kemudian kita ingat (kasus) Meliana yang karena minta (ed- suara) toa untuk dikecilkan masuk penjara," kata Jozeph Paul Zhang.
Berita Terkait
-
Prabowo Sebut Pembakar Hutan sebagai Teroris Lingkungan
-
Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto
-
Gandeng Persikad-Persiraja, Bank BSN Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan UMKM
-
Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI
-
Kasus Hafal Ad-Dhuha Berhadiah Miras Memasuki Babak Baru, 4 Tersangka Segera Disidang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern