SuaraBali.id - Ustadz Tengku Zulkarnain alias Tengku Zul berdebat soal ada atau tidak adanya bidadari surga untuk kaum lelaki yang tewas dalam jihad. Netizen meragukan itu.
Lalu Tengku Zul bertanya, seandainya di surga tak ada bidadari surga, lantas hal menyenangkan apa yang bisa dikerjakan di sana?
Pertama-tama, Tengku Zul mengatakan, hingga kini masih banyak pihak yang kerap mencibir ajaran Islam mengenai bidadari surga.
Padahal, kata dia, kehadiran sosok yang diyakini cantik dan suci itu telah tertuang dengan jelas di kitab suci Al Quran.
“Banyak sekali yang kafir dengan Alquran menghina keterangan tentang bidadari di surga. Wanita muslimah dapet apa di surga, katanya. Wanita muslimah dapet suami yang setara salihah dengannya,” tulisnya melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, Jumat kemarin.
“Kita tidak campuri agama lain, kenapa mereka rajin lompat pagar? Apa tidak puas dengan agama sendiri?” lanjutnya.
Cuitan dikomentari warganet. Salah satunya akun bernama Aris Suparianto, yang menilai Tengku Zul terlalu sering bicara mengenai bidadari surga.
“Karena Anda sering membicarakan masalah selangkangan dan bidadari di surga, seolah-olah agama hanya berisi tentang itu. Cobalah ceramah yang lebih bisa mendidik dalam hal akhlak, itu akan lebih baik,” tulis Aris Suparianto.
Tengku Zul pun merespon, jangan sekali-kali menyamakan bidadari surga dengan hal-hal kotor.
Baca Juga: Daftar Artis 2 Kali Pindah Agama, Akhirnya Masuk Islam, Ada dari Konghucu
Sebab, menurutnya, bidadari surga merupakan wanita yang suci.
“Bidadari dan istri di surga adalah wanita suci. Kok ceritamu selangkangan? Penggemar pelacur murah, ya?” komentarnya.
Bahkan ada warganet lain yang mengaku ingin ditemani bidadari di surga.
Sebab, dari apa yang diterangkan Tengku Zul, sosok tersebut terkesan begitu jelita dan memikat mata.
Menutup perdebatan, Tengku Zul meresponsnya dengan ketus.
Tengku Zul mengatakan selain Al Quran, tak ada kitab suci lain yang membahas perihal bidadari surga.
Berita Terkait
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Gus Kautsar Klarifikasi soal Namanya di Buku Islam ala Prabowo
-
Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya
-
Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan
-
Islam & Lingkungan: Jangan Sampai Keserakahan Manusia Merusak Rumah Bersama
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali