SuaraBali.id - Vaksin AstraZeneca mengandung babi. PA 212 pun bereaksi minta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertimbangkan kembali untuk membuat fatwa. Hanya saja AstaZeneca sudah bantah jika vaksin itu mengandung babi.
Vaksin COVID-19 AstraZeneca diproduksi oleh SK Bioscience di Kota Andong, Korea Selatan. Vaksin AstraZeneca boleh digunakan menurut BPOM dan MUI.
Vaksin AstraZeneca mengandung tripsin yang berasal dari babi.
Sekadar informasi, tripsin menurut KBBI adalah getah perut yang dibawa oleh aliran darah ke pankreas, merupakan unsur penting dalam pencernaan. MUI bolehkan pakai Vaksin AstraZeneca kerena dinilai digunakan untuk alasan mendesak alias keadaan darurat.
Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin menyarankan agar MUI kembali mempertimbangkan mudarat Vaksin AstraZeneca terhadap umat Islam.
Hal itu lantaran menurut Novel, seyogyanya apa yang diharamkan oleh Allah, maka pasti memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia.
“MUI harus pertimbangkan kembali manfaat dan mudaratnya vaksin Zeneca karena sejatinya Allah tidak menciptakan obat dengan apa yang diharamkan,” ujar Novel, Sabtu (20/3/2021).
Selain itu, Novel Bamukmin juga menyebut bahwa masih banyak vaksin lain yang sudah teruji manfaat dan kehalalannya.
Untuk itu, ia berpendapat bahwa seharusnya MUI menyarankan umat untuk menggunakan vaksin lain yang halal dan sudah teruji keampuhannya.
Baca Juga: PWNU Izinkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Terbukti Suci
“Masih banyak vaksin yang tidak haram," kata Novel.
"Selain daripada itu, sudah teruji keampuhan dalam melawan Covid,” pungkasnya.
Bantah mengandung babi
Lewat keterangan tertulisnya yang diterima Suara.com, Sabtu, (20/3/2021), Astrazeneca mengatakan bahwa Vaksin COVID-19 AstraZeneca tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya
"Kami menghargai pernyataan yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia. Penting untuk dicatat bahwa Vaksin COVID-19 AstraZeneca, merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan, seperti yang telah dikonfirmasikan oleh Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris," kata AstraZeneca dalam keterangannya.
Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Ikan Asin Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan
-
Bedak Mirabella Apakah Sudah BPOM? Cek Status Izin Edarnya
-
Bedak Mirabella Chic Two Way Cake Sudah BPOM atau Belum? Cek Fakta dan Nomor Registrasinya di Sini!
-
BBPOM Bongkar Efek Ngeri Tramadol dan Trihexyphenidyl, Dorong Niat Memperkosa hingga Bunuh Diri
-
4 Krim BPOM Pemudar Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali