SuaraBali.id - Alfamart Uluwatu dirampok. Alfamart Uluwatu di Banjar Bakungsari Desa Ungasan, Bali. Perampokan Alfamart Uluwatu terjadi Senin (15/3/2021) pagi.
Perampok Alfamart Uluwatu menganiaya dan menggasak HP pegawai Alfamart serta merta kabur mengendarai sepeda motor Supra. Perampok itu bernama Mohamad Budi Setyawan (37) asal Jember, Jawa Timur. Dia adalah buruh bangunan.
Beberapa jam diselidiki, perampok tunggal itu berhasil ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan di proyek villa Padang padang Desa Pecatu Ungasan Kuta Selatan. Menurut Kapolsek Kuta Selatan Kompol Yusak Agustinus Sooai, peristiwa perampokan itu terjadi di Alfamart, pada Senin (15/3/2021) sekitar pukul 06.30 WITA.
Saat kejadian, Alfamart dijaga seorang pegawai yang sedang bekerja di kasir. Tiba tiba perampok masuk dan langsung menuju kasir.
Melihat itu, pegawai menegur pelaku dan tidak memperbolehkan masuk ke dalam kasir. Belum sempat berbicara, perampok tak dikenal itu langsung memukul pegawai dengan tangan kosong. Pelaku juga sempat mencekik leher korban.
"Pegawai terjatuh dan pelaku mengambil HP korban dan kabur," ujar Kompol Yusak, Selasa (16/3/2021).
Korban sempat mengejar perampok yang kabur hingga ke Jalan Raya mengendarai motor Supra warna hitam. Karena tidak bisa mengejar, pegawai tersebut kembali ke dalam kasir dan menemukan HP pelaku yang terjatuh. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan.
Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan dipimpin Kanit Reskrim Iptu Wayan Dirga melakukan penyelidikan di TKP. Tim menggali informasi dan mengamati rekaman CCTV yang ada di seputaran TKP hingga akhirnya mendapat ciri-ciri pelaku.
"Pelaku kami tangkap di proyek vila tempatnya bekerja di Pecatu," ungkap Kapolsek.
Baca Juga: Toko Sepi Pengunjung, Ibu Yani Kaget Tiba-tiba Dikunjungi Presiden Jokowi
Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Polisi kemudian mengamankan barang bukti HP rampasan milik pegawai Alfamart.
"Keterangan pelaku masih didalami," tegas Kapolsek.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
-
Mau Liburan Natal dan Akhir Tahun Makin Berkesan? Ini Pilihan Aktivitas Seru di Bali
-
Tiga Srikandi TelkomGroup Bagikan Perspektif Kepemimpinan Perempuan di Bali Tech Week 2026
-
Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang
-
Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN