SuaraBali.id - Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berinisial NW (34 tahun) warga Desa Sepit, Lombok Timur ditangkap Tim Sat Resnarkoba Polresta Mataram, sekitar pukul 19.30 WITA, Kamis (18/2/2021).
NW mengaku memilih jadi pengedar sabu secara eceran karena terlilit utang bank.
"Pelaku ini pengedar Narkotika jenis sabu. Kami amankan di kosnya di Rembiga hari Kamis 18 Februari 2021 sekitar pukul 19.30 WITA," ujar Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi dilansir laman BeritaBali, Jumat (26/2/2021).
Lelaki yang pernah menjadi TKI di Malaysia selama 14 tahun ini pernah bekerja di Malaysia dari 2004 sampai 2019 karena kontrak kerjanya habis ia memutuskan pulang ke Indonesia.
Menurut Heri, penangkapan ini menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa pelaku di kosannya kerap melakukan transaksi jual beli Narkotika jenis sabu.
"Hasilnya, petugas menemukan kristal bening diduga sabu. Kita temukan sabu di kamar kosnya sekitar 2,82 gram," bebernya.
Selain mengamankan barang bukti sabu, dari pelaku, petugas juga mengamankan satu set alat konsumsi narkotika, dua buah handphone, satu buah tas yang di dalamnya berisi dua bendel plastik bening dan dua buah timbangan digital serta uang tunai Rp 2,2 juta yang diduga hasil transaksi penjualan sabu.
"Dengan barang bukti yang ada. Patut diduga dia pengedar narkotika jenis sabu," tuturnya.
Interogasi singkat dilaksanakan petugas. Di Desanya di Keruak Lombok Timur, pelaku memiliki toko variasi motor. Usaha itu hasil keringatnya bekerja di Malaysia dan pinjaman Bank. Tapi cicilan Bank terasa berat.
Baca Juga: Oknum PNS Indragiri Hulu Ditangkap Gegara Jadi Pengedar Sabu
“Pelaku kesulitan mencicil hutangnya di Bank. Dia pun nekat menjual sabu yang untungnya untuk membayar utang cicilan bank,” terang Heri.
Sabu yang dijual didapatkan di sejumlah tempat. Di antaranya di Abian Tubuh dan Karang Bagu. NW membeli dan dipecah menjadi poketan kecil dan dijual.
"Dia ecer caranya dengan kisaran harga Rp 100 ribu per poketnya. Dia bilang semakin dipecah, semakin banyak untungnya," tambahnya.
Pelaku cukup berdiam diri di kosnya di Rembiga dan pembelinya berdatangan dan langsung bertransaksi.
"Pembelinya itu orang-orang yang sudah dia kenal. Sebagian besar berprofesi sebagai sopir," tukasnya.
NW mengaku, sabu didapatkan di Karang Bagu.
Berita Terkait
-
Butuh Duit Buat Bikin Kandang Kambing, Mbah Nekat Edarkan Sabu
-
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 28 TKI Ilegal ke Malaysia
-
Penyelundupan Puluhan TKI Ilegal dari Sumut ke Malaysia Digagalkan TNI AL
-
Polisi Bekuk Pengedar Sabu Berpistol di Rokan Hulu Riau
-
Tiga PMI Tiba di Indonesia, Idap Kanker Darah Hingga Luka Bakar Serius
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Akses Rekening bagi Masyarakat Indonesia
-
WNA Asal Tiongkok Rekat Emas 10 Kg di Tubuh Demi Lolos ke Luar Negeri