Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Selasa, 23 Februari 2021 | 09:25 WIB
Pertani salak Jembrana turun harga jual salak untuk bertahan hidup di masa pandemi COVID-19. (BeritaBali)

"Ini cukup untuk biaya operasional dan kebutuhan sehari-hari," Imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Penyaringan I Made Dresta mengatakan, dalam hal ini dengan adanya pandemi Covid-19 ekonomi sangat berdampak sekali di masyarakat, seperti halnya warga kami petani salak gatri juga ikut berdampak penurunan penjualan.
Sebelumnya pihak sudah membuatkan hak paten nama salak gatri ini.

"Kami sudah mengupayakan kerjasama dengan BUMDes sehingga diharapkan bisa membantu petani memasarkan hasil panennya," terang Destra.

Dresta melanjutkan, dengan adanya diturunkan sedikit banyak pelanggan datang langsung. Dari salak gatri ini sangat berbeda dari strukturnya beda, rasanya juga beda sehingga walaupun mahal dari salak yang lain tetapi ini sangat disenangi oleh masyarakat Jembrana maupun luar Jembrana yang juga datang ke sini.

Baca Juga: Jangan Percaya Hoaks, Ini 5 Cara Cek Fakta Informasi Secara Mandiri!

Saat ini, imbuh Destra perlu adanya bantuan akses jalan yang memadai dari pemerintah. Saat ini, kata dia, akses jalan menuju perkebunan saat hujan bisa licin, sehingga memengaruhi keinginan pembeli untuk datang ke kebun salak tersebut.

Load More