SuaraBali.id - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan melakukan rapat evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro 15-21 Februari 2021, di lantai tiga kantor Bupati Tabanan.
Hasilnya, penerapan PPKM mikro di Tabanan dinilai mampu menurunkan status zona merah di dua desa menjadi oranye yakni Desa Banjar Anyar, kecamatan Kediri dan desa Dauh Peken, kecamatan Tabanan. Selain itu juga terjadi peningkatan desa zona hijau dari 46,37 persen jadi 58,65 persen.
Hanya saja, dari rapat itu mencuat belum seluruhnya desa paham tentang PPKM skala mikro, ini tentu ironi di tengah upaya memaksimalkan kegiatan PPKM.
Dilansir dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), dari paparan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, I Nyoman Suratmika, PPKM mikro dinilai efektif menekan kasus Covid-19 di Tabanan. Di mana dari 133 desa, 78 desa masuk zona hijau, 53 zona kuning dan 2 desa zona orange.
Kemudian dari 817 total banjar, 726 zona hijau dan 91 zona kuning. Di mana dari perkembangan kasus di bulan Januari 2021 memang sempat meningkat siginifikan karena banyak kegiatan upacara agama dan musim liburan yang disinyalir mendongkrak penambahan kasus.
Namun di bulan Februari, kasus perlahan mulai menurun, dan PPKM mikro juga sudah mulai diberlakukan, terendah angka kasus perhari hanya 9 kasus, dari yang tertinggi 38 kasus.
“Kasus aktif 134 kasus tersebar, tertinggi di tiga kecamatan yakni Kerambitan, Kediri dan Tabanan. Secara keseluruhan dari total kasus, untuk tingkat sembuh 93 persen, angka kematian rata-rata 3 persen dan sedang dirawat 4 persen, tampak jelas secara real PPKM di Tabanan sudah efektif,” jelasnya.
Sementara untuk sebaran pasien Covid-19, hampir seluruhnya di RS, baik pemerintah maupun swasta, dengan ketersediaan tempat tidur sebanyak 163 dengan enam ICU. Di mana hingga pekan kemarin, tingkat pemakaian sudah 65 persen.
“Untuk karantina terintegrasi Tabanan masih mengoptimalkan hotel P dengan kapasitas 154 bed,” katanya.
Baca Juga: Resmi! Pemprov DKI Perpanjang PPKM Mikro hingga 8 Maret
Dengan data yang dipaparkan tersebut, Ketua Harian Satgas Covid-19 Tabanan yang juga Plh Bupati Tabanan I Gede Susila, meyakini seluruh jajaran dapat menjalankan fungsi pokok dan bergerak terus tanpa henti untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Khususnya menggenjot desa status zona orange dan banjar zona kuning untuk jadi status hijau.
“Saat ini Tabanan masih zona merah karena memang penambahan belum sampai titik nol, namun tetap semangat dan tinggal menguatkan kembali yang sudah dijalankan,” ujar Susila.
Berita Terkait
-
Top 5 SuaraJogja: Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Covid-19 bak Anjing
-
Kapan Antibodi Mulai Terbentuk Usai Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua?
-
Pasien Covid-19 Meninggal di Sumut Jadi 813 Orang
-
Hari Ini Karangasem, Buleleng, Tabanan, dan Bangli Diprediksi Banjir
-
Pasien Jantung Ingin Dapat Vaksinasi Covid-19? Cari Tahu Dulu Arahan Dokter
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 173 Kurikulum Merdeka: Sisi Lain Kartini
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas VII Halaman 20 : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
-
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 67: Salat dan Zikir
-
Bule Australia Aniaya Bule Inggris di Bandara Ngurah Rai Bali
-
7 Fakta Penangkapan Costinel Zuleam di Bali: Buronan Paling Dicari di Eropa