SuaraBali.id - Ada perubahan jadwal operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Jam operasional bandara diperpendek.
Kekinian, pihak pengelola bandara menyesuaikan trafik penerbangan eksisting sehingga jam operasional diubah.
Jam operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi pukul 07.00 - 20.00 Wita sesuai pergerakan penurunan trafik.
"Memperhatikan pergerakan pesawat udara di Bandara Ngurah Rai, kami mengambil langkah optimalisasi jam operasional yang di mana tingkat pergerakan pesawat udara per jamnya 10-14 pesawat udara eksisting yang bisa dioptimalkan, untuk kapasitas yang kami miliki bisa melayani 18 pesawat udara per jam," ujar GM PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry AY Sikado.
Kebijakan ini telah disetujui melalui Nomor Notice To Airmen (NOTAM) A0363/21 tentang Perubahan Waktu Operasional Bandara dan melalui rapat bersama pihak terkait di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Harry menjelaskan perubahan jam operasional itu dimulai Senin ini. Jam operasional bandara kini lebih pendek jadi 13 jam. Sebelumnya, bandara beroperasi 16 jam dari pukul 07.00 - 23.00 Wita.
Menurut Herry, optimalisasi tersebut sifatnya dapat diperpanjang maupun diperpendek sesuai kondisi trafik penerbangan Bandara Ngurah Rai.
Herry menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi kepada pihak terkait utamanya maskapai agar segera menyesuaikan jam operasional yang ada di Bandara Ngurah Rai.
"Selain itu maskapai juga harus menginformasikan kepada calon penumpang jika ada dampak perubahan jam operasional," pungkasnya.
Baca Juga: Libur Imlek, Penumpang di Bandara Kualamu Meningkat
Kendati jam operasionalnya diperpendek, ia menegaskan pengelola Bandara Ngurah Rai akan terus menjaga tingkat layanan yang diberikan.
Utamanya memastikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 dan kenyamanan pengguna jasa selama berada kawasan bandara. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun