SuaraBali.id - Kasus baru penularan Covid-19 di Buleleng sebagian ditimbulkan dari klaster upacara adat. Menghindari meluasnya penularan virus corona, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng melakukan sejumlah upaya demi mencegah terjadinya penularan.
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng menggelar rapat koordinasi bertepatan dengan perayaan Hari Saraswati bagi umat Hindu, yang dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, di Ruang Rapat Lobi Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (30/1).
Usai memimpin rapat yang digelar secara terbatas itu, Bupati Agus Suradnyana mengatakan, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng terus memantau pergerakan Covid-19 di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng dengan database yang ada. Termasuk juga klaster-klaster yang mendominasi.
Salah satunya terjadi penularan pada klaster upacara adat. Pada kesempatan ini ditegaskan bahwa seluruh kegiatan upacara adat yang sudah direncanakan agar ditunda untuk sementara waktu. Di mana sebelumnya sudah pernah dilakukan, namun kali ini dipertegas lagi.
“Walaupun hari ini kita umat Hindu melaksanakan perayaan Hari Saraswati, namun bukan menjadi alasan untuk tidak bergerak memutus rantai penularan Covid-19. Kita harus bekerja lebih cepat. Khususnya dalam melakukan Tracing, Testing, Treatment (3T),” ujarnya sebagaimana dilansir Beritabali.com (jaringan Suara.com).
Untuk diketahui, saat ini terjadi penularan masif di dua desa yang ada di Buleleng. Desa tersebut yakni Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada dan Desa Bengkel Kecataman Busungbiu.
Sebelumnya, di dua desa ini rencananya akan dilakukan langkah 3T pada Senin mendatang. Namun pada rapat tersebut Tim Satgas Covid-19 diminta untuk melakukan upaya 3T dimajukan menjadi hari ini. Ia meminta agar dilakukan secepatnya untuk menghindari penularan yang semakin meluas.
“Karena bagi saya penanganan Covid-19 ini yang terpenting adalah faktor kecepatan. Baik itu kecepatan tracing, hingga upaya isolasi. Sore ini saya instruksikan kepada pihak terkait untuk melakukan tes Rapid Antigen langsung,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekda Buleleng, Gede Suyasa, selaku Sekretaris Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng mengatakan, saat ini kasus baru yang terjadi di Buleleng sebagian disebabkan oleh klaster upacara adat. Sehingga berkaitan dengan hal itu, hari ini juga akan dikeluarkan Surat Edaran Bupati Buleleng tentang penundaan pelaksanaan upacara adat yang sudah direncanakan.
Baca Juga: Jejak Cahaya dan Suara Dentuman di Langit Buleleng Bali Mulai Terungkap
“Sehingga nanti kalau situasi sudah mereda itu bisa dilaksanakan namun tetap dengan prosedur protokol kesehatan. Kalau Surat Keterangan (Suket) yang akan dikeluarkan Bapak Bupati itu khusus untuk upacara adat yang tidak direncanakan seperti upacara kematian (pitra yadnya),” ujar Suyasa.
Berita Terkait
-
Kini Puskesmas di Jabar Bisa Tes Covid-19, Ini Daftar Lokasinya
-
Viral Kerumunan Penonton saat Tanding Futsal, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Mendagri Tito Minta APIP Awasi Penggunaan Anggaran Covid-19
-
Hari Ini, Lebih dari 500.000 Tenaga Kesehatan Divaksinasi Covid-19
-
Selain Indonesia, COVAX Juga Distribusikan Vaksin COVID-19 ke Karibia
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Nomor Khusus Pengaduan Kekerasan di Ponpes NTB, Keamanan Pelapor Dijamin
-
Pemkab Badung Ajukan Pinjaman Ratusan Miliar untuk Bangun Jalan
-
Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya
-
Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal
-
Indosat Ungkap Pertahanan Scam di Era AI, 224 Juta SMS Penipuan Diblokir Sebelum Masuk ke Pelanggan