SuaraBali.id - Penyakit osteoporosis bisa menyerang siapa saja. Ketahui faktor risiko dan penyebabnya berikut ini.
Osteoporosis juga sering menyerang orang yang sudah tua. Wanita yang sudah menopause juga berisiko terkena penyakit ini. Biasanya osteoporosis terjadi dari perkembangan tulang.
Kemungkinan seseorang terkena osteoporosi bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai saat muda. Semakin tinggi massanya, akan semakin banyak juga tulang yang tumbuh sehingga kemungkinan kecil terkena osteoporosis.
Dilansir Mayo Clinic, terdapat sejumlah faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena osteoporosis, termasuk usia, ras, pilihan gaya hidup, serta kondisi medis dan perawatan.
Selain itu, ada beberapa faktor risiko osteoporosis di luar kendali, di antaranya:
- Jenis kelamin. Faktanya, wanita lebih mungkin mengembangkan osteoporosis daripada pria.
- Usia. Semakin tua usia seseorang, besar juga risikonya terkena osteoporosis.
- Ras. Seseorang yang berkulit putih dan keturunan Asia lebih berisiko terkena osteoporosis.
- Keturunan. Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita osteoporosis membuat berisiko lebih besar, terutama jika ibu atau ayah mengalami patah tulang pinggul.
- Ukuran rangka tubuh. Pria dan wanita yang memiliki kerangka tubuh kecil cenderung memiliki risiko lebih tinggi karena mereka mungkin memiliki lebih sedikit massa tulang untuk diambil seiring bertambahnya usia.
Selain faktor risiko di luar kendali karena bawaan lahir, osteoporosis juga dipengaruhi hormon yang ada di dalam tubuh, antara lain:
A. Hormon seks
Kadar hormon seks yang menurun cenderung melemahkan tulang. Penurunan kadar estrogen pada wanita saat menopause adalah salah satu faktor risiko terkuat untuk mengembangkan osteoporosis.
Sedangkan, pria yang mengalami penurunan kadar testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia. Perawatan untuk kanker prostat yang menurunkan kadar testosteron pada pria. Selain itu, pengobatan untuk kanker payudara yang menurunkan kadar estrogen pada wanita cenderung mempercepat pengeroposan tulang.
Baca Juga: Orang Muda dan Sehat Tak Butuh Suplemen Kalsium
B. Hormon tiroid
Hormon tiroid yang berlebihan dapat menyebabkan keropos tulang. Hal ini dapat terjadi jika tiroid Anda terlalu aktif atau jika Anda mengonsumsi terlalu banyak obat hormon tiroid untuk mengobati tiroid yang kurang aktif.
Osteoporosis juga bisa disebabkan oleh asupan yang dikonsumsi dan kebiasaan orang tersebut. Biasanya hal-hal yang yang dapat menurunkan kepadatan tulang di antaranya:
1. Asupan kalsium rendah
Kekurangan kalsium sangat berperan terhadap pembentukan tulang. Kalsium yang terndah akan meningkatkan risiko penurunan kepadatan tulang. Selain itu, kurangnya kalsium juga dapat menyebabkan keropos dan risiko patah tulang.
2. Gangguan Makan
Berita Terkait
-
Di Balik Operasi Lutut: Pakai Robot Hingga Kopi Bikin Osteoporosis?
-
Konsumsi Kopi Berlebih Bisa Berdampak pada Kesehatan Tulang Lansia
-
6 Jenis Makanan Terbaik untuk Mencegah Tulang Rapuh di Masa Depan
-
50 Persen Penduduk Indonesia Berisiko Osteoporosis, Kenapa Gen X Paling Terancam?
-
Rahasia Tulang Kuat Sejak Dini, Cegah Osteoporosis di Masa Tua dengan Optimalkan Pertumbuhan!
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu
-
Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial
-
Bayi Dijual Rp35 Juta di Tiktok Terbongkar
-
BRI Prioritas Tambahkan 27.000 GarudaMiles, Perjalanan Nasabah Makin Berkesan
-
Kekerasan Seksual Santriwati di Lombok Tengah, DPR Wanti-wanti Polisi: Jangan Lindungi Pelaku