SuaraBali.id - Penelitian mengungkap jaga jarak selaam pandemi, termasuk isolasi mandiri, lebih gampang dilakukan oleh orang kaya. Apa sebabnya?
Menurut ekonom dari Johns Hopkins Universitu, melarikan diri dari kota yang padat dan pindah ke rumah yang lebih terpencil seperti Bali lebih gampang dilakukan orang kaya. Hasil penelitian itu diterbitkan di Journal of Population Economics.
Studi melibatkan seribu orang di Amerika Serikat pada April 2020. Ditemukan bahwa orang yang berpenghasilan sekitar $ 230.000 dalam setahun, atau setara Rp 3,25 miliar, memiliki kemungkinan 54 persen lebih besar untuk mengambil tindakan melindungi diri tersebut.
Kemungkinan itu lebih kecil dimiliki oleh orang yang berpenghasilan $ 13.000 atau setara Rp 183 juta.
Orang-orang berpenghasilan tinggi cenderung berada dalam posisi yang memungkinkan mereka untuk mengubah perilakunya, kata para peneliti. Mereka juga cenderung bekerja dari jarak jauh selama pandemi.
Peneliti menilai, sebanyak 24 persen orang kaya lebih mungkin untuk melakukan jarak sosial.
Menurut, Nick Papageorge, profesor ekonomi Broadus Mitchell di Johns Hopkins juga penulis utama dalam penelitian, orang-orang berpenghasilan rendah yang tidak dapat bekerja jarak jauh juga lebih mungkin kehilangan pekerjaan karena pandemi.
"Mereka juga lebih kecil kemungkinannya untuk tinggal di rumah dengan akses ke luar rumah, yang menurut para peneliti akan membuat mereka 20 persen lebih mungkin untuk mendapatkan jarak sosial," ucaonya dikutip dari Foc News.
Para peneliti menyampaikan bahwa tujuan studi itu bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar peluang dimiliki orang kaya. Tetapi juga untuk memprediksi bagaimana virus corona akan menyebar, menurut para peneliti.
Baca Juga: Laporan Ditolak, Pekat IB Tantang Polisi Segera Panggil Raffi Ahmad
"Kita perlu memahami perbedaan ini. Pembuat kebijakan hanya perlu mengenali siapa yang akan melakukan jarak sosial, untuk berapa lama, mengapa dan dalam keadaan apa untuk memberi kami prediksi yang akurat tentang bagaimana penyakit akan menyebar dan membantu kami menetapkan kebijakan yang akan berguna," katanya.
Berita Terkait
-
Orang Kaya Ingin Parkir Supercar di Ruang Tamu, Tapi Kelas Menengah Mati-matian Bayar Cicilan Rumah
-
5 Zodiak yang Rata-Rata Diisi oleh Orang Kaya, Punya Sifat Ulet dan Ambisius
-
4 Shio Ini Ditakdirkan Jadi Orang Kaya Meski Finansial Sempat Goyang
-
Denza D9 vs Toyota Alphard: Selera Orang Kaya Bertahan atau Berubah Haluan?
-
Orang Kaya Mulai Demen Investasi Emas Dibandingkan Simpan Uang
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang