SuaraBali.id - Indonesia berduka, ulama Syekh Ali Jaber meninggal dunia, Kamis (14/1/2021). Doa dan ungkapan belasungkawa terus mengalir untuk kepergian Syekh Ali Jaber.
Sebuah pesan yang disampaikan Syekh Ali Jaber ramai dikenang. Pesan itu tak lain ketika beliau mengungkap keinginan untuk dimakamkan di Lombok bila meninggal dunia.
Lombok, Nusa Tenggara Barat rupanya memiliki keistimewaan tersendiri bagi Syekh Ali Jaber. Beliau hijrah dari tempat kelahirannya Madinah ke Indonesia;
Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok dan sejak tahun 2008 itulah, Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Lombok.
Syekh Ali Jaber mengajarkan hafalan Alquran ke anak-anak Lombok dan menyiarkan ajaran agama islam. Hal itu sempat disampaikan Syekh Jaber dalam YouTube Sasak Update TV beberapa waktu silam.
"Ketika saya di Lombok ini, saya jauh merasa nyaman. Karena ada ceritanya. Pertama saya berjuang di Indonesia memang di Lombok, anak lahir di Lombok,"ujar Ali Jaber dalam tayangan Youtube channel Sasak Update beberapa waktu lalu.
Syekh Ali Jaber melanjutkan, Lombok adalah salah satu pulau yang dia sukai di Indonesia, sehingga dia berpesan ingin dimakamkan di Lombok.
“Hubungan saya dengan Lombok bahkan saya bercita-cita Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok. Lombok termasuk pulau kesayangan saya,” pungkasnya.
Selain itu, Syekh Ali Jaber juga memiliki keinginan untuk membina anak-anak di Lombok sebagai penghafal Alquran (hafiz).
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, SBY: Selamat Jalan Sahabatku
"Lombok termasuk pulau kesayangan saya, makanya saya tadi sampaikan ke Pak Kanwil, Insya Allah rencana kami bersama Kapolda, untuk kita kedepan memimpin, membina anak anak Lombok menjadi calon hafidz dan hafidzah untuk acara Hafidz Indonesia di RCTI," jelasnya.
Keturunan Pahlawan
Syekh Ali Jaber menceritakan secara detail tentang leluhurnya yang ternyata pernah tinggal di Lombok.
"Ada ceritanya asal-usul dari Indonesia. Kakek saya dan ayah kakek ibu saya kelahiran Lombok. Tapi ibu saya tidak pernah cerita. Pas saya di Indonesia saya baru tahu," jelasnya.
Syekh Ali Jaber juga mengaku bahwa leluhurnya pernah melawan penjajah Belanda.
"Kakek ibu saya, istri pertama dari Bumiayu. Istri kedua dari Madura. Istri ketiga dari Lombok. Belum yang keempat sudah wafat. Beliau termasuk yang mampu menyatukan masyarakat Sasak di Lombok untuk melawan penjajah Belanda. Makanya beliau dibunuh sama penjajah Belanda," ujar Syekh Ali Jaber.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG, Ini Alasan BGN
-
BRI Perluas Layanan Digital Global, Registrasi BRImo Kini Tersedia di 15 Negara
-
Teras Kapal BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM di Wilayah Kepulauan
-
BRI Lampaui Target Awal KPP, Percepat Pembiayaan Perumahan di Indonesia
-
Dua Anak Terseret Arus di Pantai Kuta