SuaraBali.id - Netizen bikin candaan Sriwijaya Air jatuh. Aksi netizen ini tidak pantas ditiru dan cenderung tidak punya hati.
Sebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 meninggalkan duka, namun netizen itu tidak punya empati.
Hal tersebut tampak dari sejumlah cuitan, komentar, dan video terkait jatuhnya pesawat yang malah dijadikan bahan candaan.
Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) siang. Sebelumnya, pesawat tersebut dikabarkan hilang kontak beberapa menit setelah lepas landas.
Miris, kabar sedih tersebut justru ditanggapi dengan candaan oleh sejumlah warganet. Beberapa dari pihak-pihak tak bertanggungjawab ini menyematkan komentar-komentar yang tak pantas terhadap peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Merangkum dari beberapa akun Twitter, berikut sejumlah komentar warganet terkait tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh:
1. Komentar di Live Chat
Terlihat beberapa warganet memberikan komentar yang kurang tepat terhadap kejadian tersebut. Bukannya memberikan doa, mereka tampak membuat lelucon yang tak pantas.
Tangkapan layar itu lantas diunggah oleh akun @areajulid dan memantik warganet lainnya berkomentar.
"Nih anj* kemarin juga pada gini," tulis akaun @pcypcrpcd seraya mengirim gambar tangkapan layar.
Baca Juga: Baharkam Polri Kerahkan Armada untuk Cari Pesawat Sriwijaya Air
"Kadang bikin penasaran, apa sih yang ada dipikiran ini bocah-bocah? Kenapa bocah-bocah pada kayak gini? Apa dulu aku juga kayak gini? Sepertinya tidak karena dulu belum punya hape," komentar akun @N2T5L.
Tampak pengguna akun @Rakaekasaputra3 juga mengirimkan tangkapan layar yang memperlihatkan sejumlah komentar tak pantas.
2. Cuitan di Twitter
Seorang warganet yang dirahasiakan namanya membuat sebuah cuitan di akun Twitter pribadinya. Ia terlihat memberikan opininya terkait kejadian pesawat SJ182. Tak hanya itu, ia malah mengaitkan opininya dengan membawa-bawa nama orang lain, yang seolah-olah itu adalah pemikiran orang tersebut.
"Kalau bang Coki masih punya twitter, dia akan nge-tweet 'Anjir maskapai penerbangannya bohong, katanya rute jakarta-pontianak, kok tujuannya berubah jadi surga atau neraka chaaaks," tulis warganet tersebut.
Membaca cuitan tersebut, lantas seorang warganet menjadi geram dan membalas cuitan itu.
"Pasti itu cuma pikiranmu yang tidak berani kamu utarakan dan memakai embel-embel 'kalau bang coki', canda embel-embel," balas akun @rizal81740732.
Berita Terkait
-
Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga Ricko Mahullete Terbang ke Jakarta
-
Ramai di Medsos, Kapten Afwan Selalu Pakai Kopyah saat Terbangkan Pesawat
-
Namanya Masuk Daftar Penumpang SJ182, Seorang Selebgram Diduga Jadi Korban
-
Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak, Media Asing Sorot Usia Burung Besi
-
Kapten Afwan Disebut sebagai Sosok Dermawan dan Rajin Beribadah
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Canggu Macet Parah, Wagub Bali Usul Taksi Laut dari Bandara
-
Viral Manusia Silver Todongkan Pisau ke Pengendara di Denpasar
-
Trump Lihat Isi Zhongnanhai, 'Gedung Putih' China Super Rahasia dan Tertutup untuk Publik
-
Ubah Sampah Jadi Pupuk, Program 'Tempah Dedoro' Mataram Pangkas 10 Ton Sampah Per Hari
-
Derita Pedagang di Mataram: Omzet Anjlok Akibat Bau Menyengat Tumpukan Sampah