SuaraBali.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi terjadinya kenaikan kasus Covid-19 akibat libur panjang Natal dan Tahun baru akan terasa di pertengahan bulan Januari 2021. Menurutnya, bukan tak mungkin jumlah kasus akan naik hingga 30-40 persen.
"Mengapa itu terjadi karena memang mobilitasnya yang sangat tinggi," ujar Menkes Budi saat konferensi pers, Selasa (29/12/2020).
Menkes Budi membenarkan jika lonjakan kasus Covid-19 tidak akan langsung terlihat saat periode liburan sedang berlangsung, melainkan baru akan terlihat lonjakkannya setelah 10 hingga 14 hari periode liburan usai.
"Jadi kalau liburan selesai di sekitar tanggal 1 atau 2 Januari ini akan terjadi sekitar tanggal 16 hingga 18 Januari," ungkap Menkes Budi.
Selain mamastikan kesiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan menghadapi lonjakan kasus Covid-19, Menkes Budi juga meminta kepada masyarakat yang sedang berlibur untuk tidak banyak bepergian keluar rumah usai liburan, selama 5 hingga 10 hari.
"Dengan demikian itu bisa membantu mengurangi lonjakan dari infeksi Covid-19 sesudah liburan panjang," terangnya.
"Ini akan sangat membantu para tenaga kesehatan, para dokter, para perawat yang harus bekerja sangat keras nantinya kalau ada banyak pasien yang masuk rumah sakit," sambungnya.
Sementara itu berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, kasus positif harian sejak 24 Desember hari pertama cuti Nataru diberlakukan, kasus berada di kisaran 7.199 kasus positif baru, 7.259 kasus baru hari Natal 25 Desember, 6.740 kasus (26 Desember), 6.528 kasus (27 Desember), 5.854 kasus (28 Desember), dan 7.903 kasus (29 Desember).
Sementara itu terkait vaksin, pemerintah mengaku sudah memiliki strategi apabila vaksin yang sudah dibeli Indonesia tidak lolos uji klinis tahap 3 akhir, yang membuat vaksin Covid-19 tidak bisa digunakan.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Makin Gawat, Pemkot Jogja Didesak Tegas Soal Lockdown Tugu
Menkes mengatakan sudah memastikan sebanyak 660 juta dosis vaksin, gabungan jumlah vaksin yang sudah dipesan dan vaksin opsi untuk berjaga-jaga.
"Kita men-secure yang pastinya sekitar 330 juta dosis (yang dipesan) dengan opsi juga sekitar 330 juta. Sehingga kita sudah secure sekitar 660 juta dosis. Ini artinya kita ada buffer (dosis tambahan untuk berjaga-jaga), yang cukup kalau ada beberapa sumber yang kemudian gagal di uji klinisnya atau juga tertunda proses deliverynya," ujar Menkes Budi.
Persediaan 660 juta dosis memang melebihi angka kebutuhan vaksin tahap awal Indonesia sebesar 426 juta dosis, yang akan disuntikkan pada masyarakat berusia 18 hingga 59 tahun yang berjumlah 181 juta orang, jumlah yang dibutuhkan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok buatan terhadap Covid-19.
Di mana per orangnya diberikan dua dosis vaksin, ditambah jumlah 15 persen dosis sebagai cadangan (waste rate), sehingga kebutuhan dosis vaksin mencapai 426 juta dosis.
Berita Terkait
-
Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen
-
Viral Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Langsung Klarifikasi
-
Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?
-
BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!
-
Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo