SuaraBali.id - Musik gamelan memiliki peran penting dalam kebudayaan kerajaan-kerajaan zaman Hindu dan Buddha di Indonesia.
Lazim ditemukan di Jawa dan Bali, gamelan merupakan alat musik ansambel yang terbuat dari logam serta gambang, gendang, dan gong.
Sejarah musik gamelan sendiri cukup unik. Gamelan telah berkembang di masa kerajaan pada abad ke-8 hingga ke-11.
Pada masa itu gamelan berkembang di kerajaan Hindu dan Buddha di wilayah Sumatra, Bali, dan Jawa.
Misalnya, monumen Buddha agung Borobudur, Jawa Tengah, memuat gambar relief ansambel gamelan dari zaman Kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-6 sampai 13 Masehi.
Pada abad 12 hingga 15, keluarga kerajaan dan bangsawan diharapkan untuk mempelajari instrumen satu ini. Seseorang yang bermain gamelan pada masa itu akan dinilai memiliki sifat yang bijaksana dan berani.
Kerajaan Majapahit bahkan memiliki kantor pemerintahan untuk mengawasi seni pertunjukan, salah satunya gamelan. Kantor ini mengawasi pembangunan alat musik serta menjadwalkan pertunjukan di pengadilan.
Pada zaman Majapahit ini, gong masuk ke dalam instrumen Gamelan. Selain gong, gendang juga masuk yang diperkirakan berasal dari India.
Pada zaman masuknya Islam di Indonesia, gamelan juga digunakan untuk penyebaran agama. Aliran Islam yang paling berpengaruh di Indonesia pada masa itu adalah tasawuf, yaitu cabang yang menghargai musik sebagai salah satu jalan untuk memahami ketuhanan.
Baca Juga: Cinta Tanah Air, Agnez Mo Ternyata Pernah Ambil Kelas Gamelan
Berbeda dengan Jawa yang beragama Islam, Bali tetap didominasi umat Hindu. Hal ini, menyebabkan perpecahan dua wilayah ini kala itu. kejadian tersebut yang menyebabkan banyaknya berbagai bentuk gamelan.
Pada pertengahan tahun 1400, penjelajah Eropa datang ke Indonesia. Kedatangan Bangsa Eropa, membuat perkembangan musik gamelan tidak begitu pesat. Bangsa Eropa membawa musik baru yang saat ini dikenal dengan keroncong.
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, sekitar tahun 1950an didirkan Sekolah Gamelan untuk mempertahankan musik sebagai salah satu bentuk seni nasional Indonesia. Saat ini, pertunjukan gamelan biasanya diikuti dengan seni tari atau wayang mengenai berbagai kisah. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
-
Sukacita Gamelan: Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Merayakan Spirit Kebersamaan
-
Gaung Gamelan: Simfoni Ratusan Penabuh Gamelan Membuka Yogyakarta Gamelan Festival ke-30
-
Yogyakarta Gamelan Festival Ke-30: Festival Musik, Seni dan Anak Muda, dengan Spirit Gamelan
-
Sejarah dan Tradisi Prosesi Tabuh Gamelan Sekaten yang Ricuh Hingga Menantu Pakubuwana Dicekik
-
Sejarah Gamelan Sekaten, Tradisi Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Solo
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG