SuaraBali.id - Berkunjung ke Bali tak lengkap rasanya kalau tidak melongok Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menjadi salah satu ikon Pulau Dewata.
Sempat ditutup karena pandemi, objek wisata GWK Cultural Park telah dibuka kembali untuk wisatawan mulaiJumat, 4 Desember 2020. Para wisatawan kini bisa naik ke atas menara pandang GWK untuk menikmati eksotisme pemandangan Bali.
Bentuknya demikian rumit dan indah serta kaya sejarah, Patung GWK disebut patung tertinggi kedua di dunia. Animo dan respons masyarakat yang mengunjungi GWK Cultural Park tampak tinggi dilihat jumlah wisatawan yang selalu ramai sejak dibuka.
"Pembukaan kembali ini memanfaatkan potensi kunjungan wisatawan domestik yang diperkirakan meningkat saat periode libur Natal dan libur akhir tahun mendatang, sejak dibuka hingga sekarang animo pengunjung tampak antusias karena selalu ramai," kata Andre R Prawiradisastra, GM Marketing Communications & Event belum lama ini.
Apa yang paling menarik dan dinanti wisatawan? Tentunya bisa naik ke puncak patung melihat galeri pandang tersembunyi di dalam patung. Pembangunannya rampung 28 tahun penantian, tak heran bikin penasaran bagaimana di dalam.
Galeri pandang itu tepatnya berada di lantai 23 patung GWK yang aksesnya dari pedestal area Garuda Wisnu Kencana Cultural Park.
SuaraBali.id pada Kamis (10/12/2020) lalu berkesempatan merasakan naik ke puncak dengan eskalator kaca. Sensasinya serasa melayang sambil melihat rangka-rangka baja yang menopang badan patung GWK dan juga lempengan tembaga yang melapisi patung GWK.
Memasuki patung GWK, pengunjung disambut dua patung khas Bali di sisi kanan dan kiri dan melihat foto-foto perjalanan pembangunan patung GWK yang pembangunannya sudah sejak 28 tahun lalu.
Untuk mencapai ke lantai 23, pengunjung harus naik lift dan transit di lantai 9. Nah, di lantai 9, pengunjung juga bakal disuguhi foto-foto perancang patung GWK Nyoman Nuarta dan juga detail-detail patung GWK lho.
Baca Juga: Pilkada 2020 Besok, Ini Daftar Pasangan Calon yang Berlaga di Bali
Salah satu yang menarik adalah foto ornamen mozaik berwarna emas yang menjadi kalung dan mahkota di leher patung GWK.
"Gold mozaic itu dipasang di mahkota dan di leher, di dalam kaca itu ada serpihan emas kalau tidak salah 18 karat. Ornamen ini diimpor dari Italia," jelas Andre R Prawiradisastra.
Filosofi
Ia menjelaskan galeri pandang itu berada di bagian sayap patung GWK. Dari galeri pandang tersebut terlihat pemandangan alam hijau, laut dan rumah-rumah warga dari atas patung.
Patung GWK menjadi ikon utama, patung Dewa Wisnu yang sedang mengendarai tunggangannya, yaitu Garuda ternyata memiliki makna bagi umat Hindu.
Patung GWK Bali ini dibuat sebagai simbol penyelamatan lingkungan dan dunia. Hal tersebut dikarenakan lantaran dalam kepercayaan Hindu yang dianut oleh mayoritas masyarakat di Bali, Dewa Wisnu adalah Dewa Pemelihara Alam Semesta. Selain itu, Garuda melambangkan kebebasan dan pengabdian yang tanpa pamrih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali