SuaraBali.id - Seorang wanita muslim diduga dibakar hidup-hidup lantaran menolak lamaran pria beragama Hindu yang ingin menikahinya.
Kejadian itu belakangan menyulut emosi publik. Pemimpin politik dan aktivis hak perempuan di India menuntut keadilan bagi korban.
Pelaku yang diduga membakar wanita tersebut berasal dari provinsi timur Bihar, India.
Menyadur Al Jazeera, Kamis (19/11/2020) seorang perempuan bernama Gulnaz Khatoon, dibakar di desanya di Rasoolpur pada 30 Oktober karena menolak untuk menikah dengan seorang pria beda agama. Dia meninggal karena luka bakarnya pada hari Minggu.
Keluarga wanita tersebut menuduh polisi menunda mengambil tindakan terhadap terdakwa, yang diidentifikasi sebagai Satish Kumar Rai, Chandan, dan Vinod Rai.
Khatoon dibawa ke rumah sakit setempat dengan kondisi tubuhnya mengalami 75 persen luka bakar. Dia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Patna Medical College, rumah sakit terbesar di provinsi itu, tempat dia meninggal.
Korban bertunangan dengan pria lain dan upacara pernikahan dijadwalkan akan diadakan dalam empat bulan, kata keluarganya.
Satish Kumar Rai kemudian datang dan memaksa Gulnaz untuk menikah dengannya, kata keluarga korban, namun menolak karena berbeda agama.
Rai kemudian marah atas penolakannya tersebut dan menghubungi teman-temannya untuk merencakanan pembunuhannya, kata keluarga itu.
Baca Juga: Gadis India Bunuh Diri di Batam dengan Cara Gantung Diri
Menurut keterangan video korban sebelum ia meninggal, dia mengaku diculik oleh tiga orang laki-laki yang semuanya warga desa Rasoolpur dan mereka menganiayanya.
Ketika dia melawan dan mengancam akan memberi tahu ibunya tentang mengenai tindakannya, Rai dan teman-temannya marah dan langsung menuangkan minyak tanah padanya kemudian membakarnya.
Inspektur Polisi Distrik (SP) Vaishali Gaurav Mangla mengatakan para tersangka melarikan diri dan tiga tim polisi telah dibentuk untuk menangkap mereka.
"Penyelidikan dalam kasus ini sedang berlangsung dan para tersangka akan segera ditangkap," kata Mangla.
Kepala kantor polisi setempat telah diskors karena kelalaian dalam menangani kasus tersebut.
Berbicara kepada Anadolu Agency, adik perempuan Khatoon Gulshan Parveen mengatakan para pembunuh melarikan diri dari tempat kejadian segera setelah penduduk desa berkumpul setelah mendengar teriakannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin