SuaraBali.id - Sempat seperti kota mati tanpa aktivitas pariwisata akibat pandemi Covid-19, kini wisata dan bisnis di Bali mulai hidup kembali.
Terlebih, pariwisata Bali mulai dibuka kembali untuk wisatawan domestik sejak 31 Juli 2020 . Semenjak saat itu, wisatawan lokal mulai berdatangan.
Walaupun, kondisi pariwisata Bali tidak seperti sebelum pandemi yang dipenuhi dengan turis mancanegara, perlahan tapi pasti Bali bangkit.
Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies Bali (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia, I Ketut Ardana mengibartkan kondisi Bali saat ini seperti era 1970-an.
Di mana kala itu, belum banyak hotel atau biro perjalanan yang buka sama halnya dengan kondisi sekarang karena dampak pandemi. Kendati terbilang sepi, kata dia, Bali sedang menunggu masa keemasannya.
"(Bali sama seperti tahun) 70-an, hotel belum banyak (yang buka) sama jumlahnya mungkin dengan yang beroperasi di era sekarang. Biro Perjalanan Wisata (BPW) waktu itu ada sekitar 20 perusahaan, ya sama seperti yang aktif di masa pandemi juga kan tidak terlalu banyak," kata Ardana saat dihubungi SuaraBali.id, Jumat (6/11/2020).
Ia menuturkan selaku pengusaha berharap agar pemerintah dapat memberikan kepastian kapan Bali dibuka pariwisatanya secara internasional sehingga pihaknya bisa bersiap.
"Misal akhir tahun akan dibuka maka kami selaku industri berharap satu bulan sebelumnya harus sudah disampaikan. Sehingga ada persiapan untuk menyediakan produk-produk yang diminati oleh wisatawan," jelasnya.
Sementara menurut data Jumlah di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali wisatawan mancanegara ke Provinsi Bali pada bulan September 2020 mengalami peningkatan setinggi +277,27 persen dibandingkan dengan catatan bulan Agustus 2020.
Baca Juga: Deretan Selebgram Pose Kenakan Baju Adat Bali, Potretnya Memesona!
Bila dibandingkan dengan bulan September 2019, jumlah wisman ke Bali tercatat turun hampir 100 persen (-99,986 persen).
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan September 2020 tercatat sebesar 5,28 persen, naik 1,60 poin dibandingkan TPK bulan Agustus 2020 yang tercatat sebesar 3,68 persen.
Jika dibandingkan bulan September 2019 yang mencapai 63,22 persen, tingkat penghunian kamar pada bulan September 2020 tercatat turun sedalam -57,94 poin.
Kontributor : Silfa
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel