SuaraBali.id - Anggota DPD RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau AWK tengah menjadi sorotan lantaran kembali dilaporkan ke polisi.
AWK dipolisikan oleh Perguruan Sandhi Murti dan warga Nusa Penida atas dua kasus.
Pertama terkait dugaan penodaan agama Hindu. Sang senator diduga melecehkan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali.
Dalam video yang beredar, AWK menyebut Ida Bhatara yang mendiami Pura Dalem Ped, Nusa Penida bukanlah dewa. Pernyataan itu seketika memicu protes warga.
Kedua, Arya Wedakarna dikasuskan lantaran sempat melontarkan pernyataan 'boleh seks bebas asal pakai kondom' saat berpidato di SMA Negeri 2 Tabanan.
Sosok AWK kerap menuai kontroversi dengan pernyataannya. Jauh sebelum ini, pria berusia 40 tahun juga pernah dipolisikan oleh tokoh adat masyarakat Bali.
Hal ini dipicu pengakuan AWK yang disebut mengaku sebagai raja dan telah membangun Kerajaan Majapahit Cabang Bali.
Dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), warga yang berasal dari berbagai komponen masyarakat seperti lembaga Sandhi Murti, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia, dan Forum Surya Majapahit mendatangi Polda Bali, Selasa (21/1/2020).
Menurut pihak pelapor, laporan ini dilakukan karena ada unsur penipuan dan pembodohan masyarakat dengan adanya pengakuan sebagai raja dan kerajaan Majapahit cabang Bali yang diduga fiktif.
Baca Juga: AWK Lapor Polisi, Ngurah Harta: Tidak Takut Sama Sekali
Laporan ke Polda Bali lebih dominan pada tujuan pelurusan sejarah dan bukan bertujuan mengriminalkan terlapor (AWK).
"Ini sebenarnya untuk memperingatkan AWK bahwa apa yang dilakukannya salah, bukan maksud kami untuk mengkriminalkannya, laporan ini bertujuan untuk meluruskan sejarah yang ada. Dia (AWK) sudah merusak tatanan sosial yang ada di Bali dengan pengakuan-pengakuan kontroversial yang tidak berdasar," ujar Gusti Ngurah Harta selaku pelapor.
Bantahan AWK
Setelah dipolisikan, Arya Wedakarna buka suara. Kepada awak media, AWK mengatakan tidak pernah mengeluarkan klaim sebagai Raja Majapahit Cabang Bali.
Kendati begitu, ia mengaku memang memiliki garis keturanan dari Raja Majapahit. Sebab leluhurnya keturunan Raja Badung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Menteri Hukum: Karya 100 Persen Buatan AI Tidak Dapat Perlindungan
-
BRI Junio Bawa Nuansa Mobile Legends ke Kartu Debit, Lengkap dengan Beragam Benefit Nasabah
-
Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal
-
Tas Penumpang Diaduk-aduk, Aksi Porter Bandara Ngurah Rai Sikat Uang Belasan Juta Terekam CCTV
-
BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Lombok, Termasuk Gelaran MotoGP Mandalika