SuaraBali.id - Bade tumpang 9 roboh saat prosesi pemakaman di Desa Adat Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Kejadian itu menggegerkan warga.
Insiden bade tumpang roboh mengakibatkan atap rumah seorang warga rusak. Seusai kejadian, pihak Desa Adat langsung melakukan rapat pada Minggu (25/10/2020) malam.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa akan dilakukan upacara pecaruan di rumah warga yang tertimpa bade. Namun belum diketahui pasti waktunya.
"Hasil rapat tadi malam, kami tetap menjalankan awig-awig yang telah ditetapkan. Maka, daripada itu akan ada pecaruan. Tetapi untuk prosesinya, akan ditanyakan terlebih dahulu dengan nak lingsir di griya," ujar Bendesa Keliki Kangin, I Made Suadiasa seperti dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com).
Sementara untuk biaya upacara tersebut, Made Sudiasa menuturkan akan ditanggung oleh pihak keluarga yang memiliki bade.
Dalam hal ini, pihak prajuru Desa Adat Keliki Kangin, beserta empat kelian banjar, bendesa dan perbekel hadir dalam upacara tersebut sebagai saksi.
"Pecaruan itu di rumah warga yang ditimpa bade. Nanti yang menanggung biaya dan melakukan prosesi upacara adalah pihak yang memiliki bade. Sementara pihak desa adat termasuk perbekelne, nanti mendampingi atau hadir sebagai saksi," ujarnya.
Lebih lanjut, Made Suadiasa mengatakan pascainsiden bade roboh, situasi desa tetap kondusif. Begitu juga hubungan pemilik rumah dan pelaksana Pitra Yadnya tetap harmonis.
Menurutnya, peristiwa yang terjadi Minggu kemarin adalah sebuah musibah.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Bade Tumpang 9 Roboh saat Diarak, Warga Histeris
"Semua tahu ini merupakan musibah yang tak seorang pun menghendaki. Karena itu, antara krama pemilik rumah dan pemilik bade tidak ada masalah, karena murni musibah," ujarnya
Untuk diketahui, bade tumpang setinggi 20 meter yang membawa jenazah almarhum Ngakan Gede Padma roboh saat diarak warga ke Sentra Adat Keliki.
Insiden tersebut tersebut terekam kamera dan videonya viral di media sosial.
Tiba-tiba saat diarak puluhan wara, peyangga bade patah sehingga roboh mengenai rumah warga di tengah perjalanan.
Kejadian itu seketika membuat warga histeris. Mereka berusaha untuk menyangga bade itu lantaran di dalamnya masih ada jenazah dan seorang pembawa manuk dewata (burung Cendrawasih).
Beruntung jenazah tidak sampai jatuh ke tanah dan segera dievakuasi menggunakan mobil pemadam kebakaran. Kejadian itu juga tidak memakan korban jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026