Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:42 WIB
Putri Koster menyampaikan rasa bangga karena salah satu kain tenun tradisional Bali dilirik Dior. (ist/dok.Kabarnusa.com)

SuaraBali.id - Rumah mode kenamaan asal Perancis, Christian Dior tertarik menjadikan kain endek Bali sebagai bahan busana.

Dior memilih kain endek sebagai koleksi busana spring/summer yang akan diproduksi pada 2021.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali Putri Suastini Koster menyampaikan rasa bangga karena salah satu kain tenun tradisional Bali dilirik oleh rumah mode dunia.

Ia mengatakan kabar yang diterimanya akhir September lalu itu seperti sebuah mimpi.

Baca Juga: Kabar Baik! Bali Punya Laboratorium PCR Baru di RSD Mangusada

"Di tengah pandemi, tiba-tiba kita dikejutkan kabar menggembirakan. Pastinya sangat bangga ya," ucapnya aat menerima Tim Ad Hoc Kerja sama Dior Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Ruang Pertemuan Jayasabha, Denpasar, Rabu.

Namun rasa bangga itu menyisakan kekhawatiran kalau endek akan bernasib sama dengan tenun rangrang.

Sebelumnya tenun khas Nusa Penida itu sempat "booming" dan motifnya ditiru dan diproduksi secara massal.

"Orang luar ikut memproduksi motif rangrang hingga pada titik tertentu kehilangan selera pasar. Saya tak ingin hal tersebut terjadi pada kain endek," sambungnya.

Kain Endek Bali. (Dok. ANTARA)

Untuk itu, dalam konteks perlindungan dan pelestarian kain endek, ia pun menyebut sejumlah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh rumah mode Christian Dior.

Baca Juga: Keindahannya Tak Bisa Dianggap Remeh, Intip Pesona Pulau Menjangan di Bali

Pertama, Dior wajib menggunakan kain endek yang benar-benar diproduksi oleh perajin Bali.

Load More