SuaraBali.id - Desy Ratnasari berkisah soal pengalamannya yang pernah ditampar Christine Hakim. Hal itu sontak membuat pelantun "Tenda Biru" ini kaget sampai menangis.
Peristiwa itu terjadi saat Desy Ratnasari dan Christine Hakim terlibat proyek bersama. Dikatakan artis 48 tahun ini, tamparan diterima saat mereka beradu akting.
"Kalo lagi latihan, pura-pura dong (ditampar). Pas action! Ditamparnya beneran lho," kenang Desy Ratnasari dikutip dari channel YouTube Trans7, Minggu (11/10/2020).
"Jadi aku beneran nangis, sampai telinganya ngiiing," imbuhnya.
Diakui Desy Ratnasari ia tak merasakan sakit hati mendapat tamparan dari Christine Hakim.
"Karena memang kita profesional. Habis adegan, Ibu langsung peluk saya. Ok, Ibu seneng banget, bagus adegannya," ucap bintang film "Joshua oh Joshua" ini menirukan pujian sang senior.
Bukan hanya mendapat pujian dari Christine Hakim, Desy Ratnasari bahkan sampai meraih penghargaan atas aktingnya itu.
"Memang, karena tamparan itu juga, dan tiga halaman (skrip) tanpa editing atau cut, saya mendapatkan Piala Vidia (FFI)," terang pesinetron "Hidayah" ini.
Christine Hakim pun berkata apa yang dilakukannya memberikan pengalaman baru buat karier Desy Ratnasari dalam dunia akting.
Baca Juga: Kader Berharap Desy Ratnasari Bisa Jadi Gubernur Jawa Barat
"Kalo kata Ibu (Christine Hakim), "Setelah itu kamu jadinya bagus 'kan aktingnya. Ada hikmahnya"," kenang Desy Ratnasari.
Sebagai aktris, sosok Christine Hakim memang menjadi legenda. Memulai karier sejak 1973, ada puluhan film dimainkannya.
Salah satu pencapaiannya adalah beradu akting dengan bintang Hollywood, Julia Roberts, di film "Eat Pray Love" sebagai penjual jamu bernama Wayan.
Di sisi lain, sosok Desy Ratnasari juga menorehkan prestasi di seni peran Tanah Air. Bukan hanya akting, artis yang kini terjun ke politik itu juga menekuni dunia tarik suara.
Berita Terkait
-
Bungkam Keraguan, Debut Sutradara Muda Ferly Halim 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' Banjir Air Mata
-
Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim
-
Sana TWICE Resmi Debut Akting, Jadi Pemeran Utama Film Korea-Jepang Nyangi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya
-
Jokowi Hadiri CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Kesayangan Pulang Kampung
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar