SuaraBali.id - Beredar video seorang pemuda dijemput emak-emak berdaster saat mengikuti demonstrasi. Video tersebut kini viral di media sosial.
Emak-emak itu disebut-sebut tak terima anaknya ikut demo bersama massa lainnya sehingga mengajaknya pulang ke rumah.
Aksi tersebut diduga terjadi di tengah demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Video emak-emak menjemput anaknya salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @info_kukar, Kamis (9/10/2020).
Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pemuda yang mengenakan kaos berwarna hitam berada di tengah kerumunan massa aksi demo.
Tiba-tiba datang seorang emak-emak mengenakan daster datang menjemputnya.
Ia langsung mendorong bahu anaknya agar keluar dari kerumunan dan mengikutinya pergi.
Si pemuda tampak berusaha menolak ajakan ibunya untuk pulang. Namun, ibunya langsung mendorong paksa anaknya agar menjauhi kerumunan.
Kejadian tersebut seketika mencuri perhatian pendemo lainnya yang berada di lokasi. Sebagian tampak tertawa melihat pendemo dijemput emaknya tersebut.
Baca Juga: Stasiun HI dan Dukuh Atas Ditutup, MRT hanya Beroperasi Sampai Setiabudi
"Noh mamakmu cari noh," teriak salah seorang mahasiswa.
Sementara si anak akhirnya menuruti permintaan ibunya. Ia terlihat berjalan meninggalkan lokasi demo.
Sang pengunggah video menerangkan peristiwa itu terjadi di depan kantor DPRD Kalimantan Timur.
"Dijemput mamak ditengah aksi. Seorang peserta aksi demo siang tadi di depan kantor DPRD Kalimantan Timur tiba-tiba dijemput oleh mamaknya dan disuruh pulang. Tapi salut si anak, karena mau menuruti perintah mamaknya," tulis @info_kukar, seperti dikutip SuaraBali.id Jumat (9/10/2020).
Sontak kejadian ini mengundang atensi warganet untuk berkomentar. Tak sedikit yang memberikan komentar kocak melihat emak-emak menjemput anaknya di tengah demo.
"Alhamdulillah sangat disayang sama emaknya," kata @ninja.juw***.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?