SuaraBali.id - Seorang turis asal China ditemukan tewas dengan cara gantung diri di dalam kamar vila di Jalan Raya Semat, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, Ravy (22/7/2020) sekitar pukul 13.00 WITA.
Turis berinisial GY (47) tersebut gantung diri menggunakan tali tambang plastik yang dililitkan dengan pegangan horden.
Kasubag Humas Polres Badung Iptu Gede Oka Bawa mengungkapkan, jasad turis itu awalnya ditemukan oleh tukang bersih kolam renang vila yang bernama Tumiran (41).
Saat itu, saksi tengah melaksanakan tugas seperti biasa, bersih-bersih di vila korban sekitar pukul 12.50 WITA.
Oka Bawa menerangkan, awalnya Tumiran memencet bel di depan pintu masuk vila sambil berteriak memanggil nama korban dengan sebutan Magie.
Namun panggilan tersebut tidak mendapat respons, sehingga ia berinisiatif membuka pintu yang ternyata terkunci dari dalam.
Saksi kemudian masuk ke dalam vila dan memulai bersih-bersih diawali membersihkan bagian ruangan lalu ke belakang vila.
"Saksi menuju ke bagian tengah Villa, dan dia terkejut melihat korban berada di pintu dengan posisi gantung diri," ujar Oka Bawa seperti dikutip dari Beritabali.com--jaringan Suara.com, Kamis (23/7/2020).
Melihat kejadian itu, saksi pun panik lalu melaporkannya ke karyawan dilanjutkan melapor ke Polsek Kuta Utara.
Setelah mendapat laporan, aparat kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa keterangan saksi. Petugas identifikasi Polres Badung juga tiba di lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa korban menjerat lehernya menggunakan tali tambang plastik sepanjang 1,5 meter.
Baca Juga: Dukung Siswa Belajar Daring, Banjar Ubung Sediakan Akses Internet Gratis
Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian piyama warna oranye. Dari hasil pengecekan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada korban.
Sementara itu dari keterangan Ayu, karyawan vila, korban memiliki riwayat jantung sudah lama.
Bahkan, kata Ayu, setiap 2 minggu sekali korban melakukan cek kesehatan melalui dokter pribadi yang datang ke vila.
"Dari keterangan karyawan korban ini memiliki riwayat sakit jantung. Jenazah sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Oka Bawa, memungkasi.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun