Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak

Momen mengharukan itu diketahui terjadi saat jenazah pria berinisial KD hendak diupacarai usai meninggal akibat dugaan pengeroyokan

Muhammad Yunus
Senin, 27 Juli 2026 | 09:27 WIB
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya [SuaraBali.id/Humas Pemkab Tabanan]
Baca 10 detik
  • Pria berinisial KD tewas akibat dugaan pengeroyokan warga di Tabanan, Bali, pada Jumat, 24 Juli 2020.
  • Korban diserang massa karena terpergok mencuri seekor ayam aduan milik warga di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.
  • Polres Tabanan menyelidiki kasus pengeroyokan dan pencurian tersebut, sementara keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban.

SuaraBali.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak perempuan menangis histeris di samping jenazah ayahnya viral di media sosial.

Momen mengharukan itu diketahui terjadi saat jenazah pria berinisial KD hendak diupacarai usai meninggal akibat dugaan pengeroyokan warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

KD diduga menjadi sasaran amukan massa setelah terpergok mencuri seekor ayam aduan milik warga pada Jumat (24/7) dini hari. Korban diketahui merupakan warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Korban Tinggalkan Tiga Anak, Kades Mengaku Sedih Melihat Tangisan Mereka

Baca Juga:Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai

Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengatakan kepergian KD meninggalkan tiga orang anak.

Anak sulung telah menikah, sedangkan anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan anak bungsunya masih kelas 1 SD.

"Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA, yang paling besar sudah menikah," kata Sutama saat dihubungi, Minggu (26/7).

Sutama mengaku sangat terpukul ketika menjemput jenazah korban dan melihat langsung kesedihan keluarga yang ditinggalkan.

"Saya sedih sekali melihat anak-anaknya menangis," ujarnya.

Baca Juga:Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?

Menurutnya, dugaan tindak pidana seharusnya diproses melalui jalur hukum, bukan diselesaikan dengan tindakan main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa seseorang.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," tegasnya.

Ia memahami keresahan warga yang selama ini sering kehilangan ternak ayam. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan.

"Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," katanya.

Sutama mengimbau masyarakat yang memergoki dugaan pencurian cukup mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum.

Di tengah duka yang dialami keluarga, ia menyebut pihak keluarga telah memilih mengikhlaskan kepergian korban dan tidak berencana menempuh jalur hukum terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini