- Harga komoditas pertanian di Lombok Timur anjlok akibat berkurangnya permintaan pasar selama masa libur sekolah berlangsung.
- Penurunan harga terjadi karena banyaknya dapur program makan siang bergizi yang tutup sementara di wilayah tersebut.
- Dinas Perdagangan NTB memantau fluktuasi harga komoditas dan meminta produsen mengontrol stok agar kondisi pasar kembali seimbang.
Fluktuasi harga kebutuhan pokok ini dikeluhkan oleh sejumlah pedagang. Pasalnya, perubahan harga ini menyebabkan pendapatannya yang menurun. Selain itu, stok barang yang sudah disiapkan juga tidak terjual dengan cepat.
“Mudahan ada informasi terbaru tentang MBG ini agar situasi normal kembali,” ujarnya.
Ia mengakui, program MBG yang selama ini sudah berjalan memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan harga di pasar. Dan jika nantinya program MBG ini dihentikan maka kemungkinan besar harga kebutuhan pokok bisa normal kembali.
“Kita tunggu seperti apa kelanjutan MBG. Sementara sekarang ini distop dulu karena anak-anak libur sekolah,” ungkapnya.
Baca Juga:Warisan Leluhur Disulap Jadi Camilan Sehat, Produk UMKM Lombok Ini Tembus Pasar Internasional
Selain itu, untuk kebutuhan lain seperti beras harganya masih stabil. Hal ini lantaran persediaan beras di Divre Bulog NTB masih mencukupi hhingga 2 tahun.
“Jadi untuk dua tahun kedepan itu aman kalau untuk stok beras kita,” katanya.
Untuk minyakita harganya melebih dengan harga eceran tertinggi (HET). Dimana, HET minyakita yaitu sebesar Rp15.700. Namun pedagang saat ini ada yang menjual Rp17 ribu hingga Rp23 ribu per liter.
“Itu yang mau saya telusuri. Dapatnya dari mana. Kalau bukan dari Bulog pasti non Buloq. Atau jangan-jangan dari distributor itu sudah dapat diatas harga HET,” katanya.
Disamping itu, fluktuasi harga ini para produsen diminta untuk mengontrol persediaanya. Sehingga jangan sampai ditengah turunya permintaan ini produksi melimpah. Kondisi ini akan mengakibatkan harga makin rendah.
Baca Juga:Kekeringan Ekstrem Landa Lombok Barat, 4.245 KK Krisis Air
“Ini yang tambah hancur lagi. Jadi kita minta para produsen stoknya itu. Itu yang kita control sekarang. Permintaan dan stok itu kita coba terus seimbangkan,” pungkasnya.
Kontributor : Buniamin