Bos Indofood Bantah Harga Mi Instan Akan Naik : Enggak Begitu Berdampak Lah

Oleh sebab itu menurutnya kenaikan harga gandum tidak akan membuat harga mi instan naik 3 kali lipat.

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:41 WIB
Bos Indofood Bantah Harga Mi Instan Akan Naik : Enggak Begitu Berdampak Lah
Ilustrasi mi instan. (Unsplash)

SuaraBali.id - Bos Indofood bantah kabar soal harga mi instan bakal naik 3 kali lipat lantaran naiknya harga gandum yang disebabkan oleh dampak perang Rusia-Ukraina.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang. Menurutnya komponen dalam pembuatan mi instan yang berasal dari tepung terigu tidak serta merta 100 persen berasal dari bahan baku gandum.

Oleh sebab itu menurutnya kenaikan harga gandum tidak akan membuat harga mi instan naik 3 kali lipat.

"Mi instan itu kan bukan hanya terigu, komponen terigunya juga tidak besar-besar amat," ujarnya Rabu (10/8/2022).

Ia pun menyandingkan dengan saat naiknya harga cabai atau minyak goreng beberapa waktu lalu.

"Coba cabai kemarin naik tinggi, emang harga mi ikut naik? Padahal kan ada cabai dalam proses pembuatannya. Terus pas harga minyak goreng naik, mi emang naik kan tidak. Jadi memang enggak begitu berdampaklah," sambung Franciscus.

Selain itu Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) ini mengaku, sejauh ini belum yang mengeluhkan tersendatnya distribusi gandum.

"Masih aman-aman saja, masih lancar. Belum ada keluhan tuh sampai sekarang," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan harga mi instan bakal naik 3 kali lipat lantaran naiknya harga gandum yang disebabkan oleh dampak perang Rusia-Ukraina.

Saat ini menurutnya kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar dari negara tersebut. Sementara Indonesia menjadi salah satu negara yang bergantung pada impor gandum.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak