facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir di Australia Semakin Parah, Ribuan Penduduk Diminta Tinggalkan Rumah

Eviera Paramita Sandi Selasa, 05 Juli 2022 | 10:57 WIB

Banjir di Australia Semakin Parah, Ribuan Penduduk Diminta Tinggalkan Rumah
Warga berdiri di samping SPBU yang banjir akibat hujan deras di pinggiran Camden, Sydney, Australia, Minggu (3/7/2022). [Muhammad FAROOQ / AFP]

Dikabarkan bahwa 50.000 penduduk di New South Wales (NSW), sebagian besar di pinggiran barat Sydney, telah diberitahu untuk mengungsi.

SuaraBali.id - Pantai timur Australia terus diguyur hujan deras pada Selasa (5/7/2022) memperparah krisis banjir di Sydney. Hal ini pun membuat ribuan penduduk diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka pada Senin (4/7/2022) malam.

Keputusan meminta warga meninggalkan rumah ini terjadi setelah sungai-sungai meluap dengan cepat melewati tingkat bahaya.

Dikabarkan bahwa 50.000 penduduk di New South Wales (NSW), sebagian besar di pinggiran barat Sydney, telah diberitahu untuk mengungsi.

Mereka diperingatkan untuk menerima perintah evakuasi, naik dari jumlah 30.000 orang pada Senin, kata Menteri Manajemen Darurat NSW Steph Cooke.

Cuaca bertekanan rendah yang intens di lepas pantai timur Australia membawa hujan lebat di mana beberapa tempat menerima curah hujan untuk sekitar satu bulan sejak Sabtu.

Badai besar yang masih berlangsung sekarang ini kemungkinan akan mereda di Sydney pada Selasa (5/7/2022) kata Cooke kepada televisi lokal Australia.

Akan tetapi risiko banjir masih tetap ada sepanjang pekan karena sebagian besar tangkapan sungai sudah mendekati kapasitas penuh bahkan sebelum badai terjadi.

"Kita belum keluar dari masa badai ini," kata Cooke.

Pemerintah federal Australia pada Senin malam menyatakan banjir yang terjadi di negara itu sebagai bencana alam dan membantu warga yang terkena banjir menerima dukungan dana darurat.

Para awak tim darurat akan melanjutkan operasi penyelamatan mereka pada Selasa untuk menderek kapal pengangkut yang kehilangan daya di lepas pantai Sydney setelah tali dereknya putus akibat cuaca buruk, kata para pejabat.

Komentar

Berita Terkait