facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Istana Kepresidenan di Tampaksiring Beralih Menggunakan Energi Terbarukan

Eviera Paramita Sandi Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:02 WIB

Istana Kepresidenan di Tampaksiring Beralih Menggunakan Energi Terbarukan
Istana Tampaksiring, Gianyar, Bali [Foto : Google]

REC yang disediakan PLN disebut telah memenuhi standar internasional dan keabsahannya dapat dipertanggungjawabkan.

SuaraBali.id - Kini Istana Kepresidenan Tampaksiring di Gianyar, Bali telah beralih menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT).

Istana Kepresidenan Tampaksiring membeli 1.221 unit REC yang berlaku selama 24 bulan, yang nilainya mencapai Rp47 juta. Hal ini sebagaimana dibuktikan dengan penerbitan sertifikat EBT/REC yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero) mulai Mei 2022 sampai dengan April 2024.

REC yang disediakan PLN disebut telah memenuhi standar internasional dan keabsahannya dapat dipertanggungjawabkan.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bali Timur Andre Pratama Djatmiko di Gianyar, Bali, Jumat, mengatakan sertifikat Renewable Energy Certificate (REC) yang diterbitkan oleh pihaknya untuk Istana Tampaksiring setara dengan total daya 1.220 megawatt (MW).

Baca Juga: Pohon Beringin Keramat Tumbang Timpa Pelinggih Pura Dalem di Karangasem

Andre menjelaskan kepemilikan sertifikat REC menjadi dasar bagi pelanggan PLN untuk mengklaim bahwa mereka telah beralih menggunakan energi berbasis EBT.

"Selama masa pembelian REC ini, pelanggan dapat mengklaim bahwa penggunaan listrik berasal dari sumber pembangkit yang berbasis EBT, dan diakui secara internasional," kata Andre sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis PLN yang diterima di Badung, Jumat.

REC merupakan instrumen yang ditawarkan PLN kepada pelanggan yang membutuhkan pengakuan akan penggunaan energi baru terbarukan. Dari hasil penjualan ini akan diarahkan pada inovasi PLN dalam menghadirkan produk layanan hijau atau ramah lingkungan.

Khususnya membangun pembangkit-pembangkit berbasis EBT demi mencapai net zero emission (bebas emisi karbon) pada 2060.

Sejak PLN menyediakan REC pada 2020, berbagai kalangan seperti pelaku usaha, industri, dan pengelola fasilitas milik negara mulai memanfaatkan produk tersebut.

Baca Juga: Kandas di Pelabuhan Gilimanuk, KMP Trisakti Adinda Tak Bisa Bergerak di Atas Karang

Kepala Istana Kepresidenan Tampaksiring Agus Wawan Herwanto menyampaikan pihaknya mendukung program pemanfaatan energi baru dan terbarukan melalui penggunaan REC.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait