facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ratusan Sapi di Lombok Timur Tertular PMK, Drh Hultatang: Sapi Diobatin 7 Hari, Insyaallah Bisa Sembuh

Muhammad Yunus Minggu, 15 Mei 2022 | 20:34 WIB

Ratusan Sapi di Lombok Timur Tertular PMK, Drh Hultatang: Sapi Diobatin 7 Hari, Insyaallah Bisa Sembuh
Peternak di Lingkungan Renco, Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong saat memberikan pakan ternak, Minggu (15/5/2022) [Suara.com/Toni Hermawan]

Sekitar 300 ternak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dinyatakan tertular PMK

Pihaknya juga meminta masyarakat harus diedukasi supaya tidak menimbulkan kepanikan yang berlebih. Dampaknya para peternak menjual sapi dengan harga murah disebabkan kehawatiran peternak melihat sapi-sapi miliknya sakit ataupun karena peternak penasaran dengan PMK dengan mengunjungi kandang yang terdampak wabah.

Hal ini sangat keliru dikhawatirkan peternak membawa virus ke kandangnya.

"Kita harus edukasi masyarakat, PMK ini bisa kita obati pelan-pelan, angka sakit PMK ini tinggi tapi angka kesembuhannya juga tinggi. Sapi-sapi dewasa diobatin tujuh hari Insyaallah bisa sembuh," katanya.

Salah satu peternak sapi di lingkungan Renco, Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Lombok Timur Haerudin mengaku khawatir dengan merebaknya PMK. Namun hingga saat ini belum pernah melihat sapi yang terjangkit PMK.

Baca Juga: Pemkab Agam Bentuk Tim Cegah PMK

"Khwatir sih, tapi saya belum melihat sapi yang terserang PMK," akunya.

Ia bersyukur sampai saat ini dikandang belum ada sapi-sapi yang sakit. Ketika awal merebaknya virus PMK, kandang-kandang langsung disemprot dan lebih memperhatikam kebersihan kandang dan pakan yang diberikan.

"Alhamdulillah di kandang ini gak ada yang kena," ujarnya.

Saat dinyatakan Lombok Timur positif PMK, kata Haerudin kandang-kandang sapi disemprot dengan cairan disinfektan dan memperhatikan kebersihan kandang, melarang warga untuk masuk masuk kandang secara sembarangan.

"Kandang udah disemprot. Peternak yang keluar masuk kami perhatikan," katanya.

Baca Juga: Warga Muna Barat Meninggal Dunia Saat Mencari Sapi Dalam Hutan

Meskipun pasar hewan ditutup tiga pekan, Haerudin mengaku tidak masalah. Sebab selama tiga minggu ia bersama para peternak lainnya dapat memperhatikan pola makan ternak dan fokus untuk kesehatan-kesehatan ternak lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait