SuaraBali.id - Ramadhan 1443 Hijriah sudah memasuki hari kedua. Selain menjalankan puasa, jangan sampai ibadah salat tertinggal karena tertidur.
Sebelum menunaikan salat, wajib untuk membersihkan diri dengan cara berwudhu.
Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasannya mengenai cara berwudhu bagi orang yang tengah berpuasa.
Namun, sebelumnya dirinya menegaskan bahwa tidak ada bedanya berwudhu ketika sudah memasuki bulan Ramadhan.
Baca Juga:Menu Sehat untuk Sahur, Kandungan Gizinya Seimbang Bikin Fit Puasa Seharian
"Saudaraku sesungguhnya berwudhu di dalam ramadhan tidak ada bedanya dengan cara berwudhu sebagaimana yang anda tunaikan di luar Ramadhan," katanya.
Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sehingga memerlukan kehati-hatian agar puasa tidak menjadi batal.
Diantaranya meninggalkan beberapa sunah-sunah wudhu.
"Hanya barangkali dalam catatan tertentu terkait dengan sunah-sunah wudhu yang dipandang berpotensi membatalkan puasa daripada makruh maka dalam hal demikian Anda diminta untuk berhati-hati atau meninggalkan sebagiannya,"
Adapun sunah-sunah wudhu yang dapat dihindari atau dilakukan secara hati-hati, yaitu berkumur.
Baca Juga:Selama Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan, Dokter Ingatkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut, Ini Manfaatnya
"Seperti saat berkumur-kumur yang bisa menghasilkan hal atau sampai misalnya menelan air," terangnya.
Selain itu, ada istilah istinsyaq atau menghirup air ke dalam lubang hidung yang dapat dihindari. Juga ketika melakukan wudhu saat puasa.
"Sunah istinsyaq atau menghisap air ke hidung ini bisa Anda tinggalkan," ungkapnya.
Ustadz Adi Hidayat pun kembali menegaskan bahwa kedua sunah wudhu tersebut dianjurkan untuk ditinggalkan kala menjalani puasa.
"Berwudhulah sebagaimana anda berwudhu dan meninggalkan bagian sunah tertentu seperti meninggalkan istinsyaq dan berhati-hati dalam berkumur," jelasnya.
Kontributor: Sekar Sari