Gubernur Bali Akhirnya Izinkan Pengarakan Ogoh-ogoh di Wilayah Banjar Menjelang Nyepi

Gubernur Bali memberi dukungan tersebut secara langsung saat menerima Pasikian Yowana Majelis Desa Adat (MDA) provinsi.

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 17 Februari 2022 | 11:19 WIB
Gubernur Bali Akhirnya Izinkan Pengarakan Ogoh-ogoh di Wilayah Banjar Menjelang Nyepi
Gubernur Bali memberi dukungan tersebut secara langsung saat menerima Pasikian Yowana Majelis Desa Adat (MDA) provinsi, kabupaten/kota se-Bali dan seniman di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Rabu (16/2/2022). [Foto : Istimewa]

SuaraBali.id - Kabar gembira untuk generasi muda di Bali, karena Gubernur Bali akhirnya memberi izin untuk melaksanakan pawai atau pengarakan (Nyomya) ogoh-ogoh di wilayah banjar (dusun) pada malam Pengrupukan atau sehari sebelum Nyepi Tahun Baru Saka 1944.

"Saya sebagai Gubernur Bali bersama Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali menyetujui keinginan yang disampaikan melalui aspirasi para Yowana MDA provinsi, kabupaten/kota se-Bali," kata Koster Rabu (16/2/2022).

Gubernur Bali memberi dukungan tersebut secara langsung saat menerima Pasikian Yowana Majelis Desa Adat (MDA) provinsi, kabupaten/kota se-Bali dan seniman di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar.

Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Bandesa Agung dan Penyarikan Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, yang sebelumnya telah mengeluarkan surat penegasan agar pawai ogoh-ogoh saat Pangrupukan pada 2 Maret 2022 tidak dilaksanakan.

"Saya minta teruskan (ogoh-ogoh) dibuat sampai selesai, sampai tuntas. Jangan berhenti sebelum tanggal 2 Maret 2022 (saat Pangrupukan-red)," ucapnya.

Menurut dia, generasi muda seluruh Bali tidak perlu ragu-ragu lagi.

"Jadi nyomya ogoh-ogoh bisa dilaksanakan di wewidangan (wilayah) banjar dengan maksimal 25 peserta," ucapnya.

Selain itu, ogoh-ogoh yang dibuat harus ramah lingkungan (tanpa bahan plastik dan styrofoam) dan dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan COVID-19.

"Saya sangat menghargai dan mengapresiasi hasil karya seni, inovatif, kreatif dari para yowana (generasi muda). Kita sebagai bagian dalam membangun karakter dan jiwa seni serta budaya dalam produk ogoh-ogoh yang diciptakan," katanya.

Seperti sebelumnya, tahun ini juga dilakukan penilaian terhadap karya ogoh-ogoh dan hasil dari penilaian ini akan dijadikan dasar untuk memberikan hadiah. Untuk di tingkat kecamatan, tiga karya ogoh-ogoh terbaik akan diberikan hadiah masing-masing Rp5 juta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak