SuaraBali.id - Video lawas ceramah Oki Setiana Dewi yang viral di media sosial ternyata juga memancing respons Gus Miftah. Ucapan Oki Setiana Dewi terkait menutup aib suami dalam melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pun dikomentari.
Gust Miftah membahas soal KDRT membuka kalimatnya dengan mengambil contoh dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. KDRT, Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Pernahkah Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam memukul istrinya? Kita lihat. Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam tidak pernah memukul apapun dengan tangannya. Tidak memukul wanita dan pembantu," kata Gus Miftah, Jumat (4/2/2022).
![Gus Miftah saat mengisi kajian di Omah Asa, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/11/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/23/14066-gus-miftah-suaracomalfian-winanto.jpg)
"Memang ada keterangan dalam Tafsir Al-Qurthubi, pukulan seorang suami kepada istri. Pukulan yang tidak menyakiti. Digambarkan di situ, dengan apa pukulan yang tidak menyakiti itu? Pukulan yang tidak menyakiti hanya sebatas sebagai edukasi. Maka, lebih utama adalah tidak memukul istri," imbuhnya.
Gus Miftah lantas mengambil sikap dan menyuarakan pendapatnya sendiri. Ia menentang keras KDRT yang dilakukan suami kepada istri.
"Maka, kalau saya begini. Saya setuju dengan Undang-undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jadi kalau ada seorang suami melakukan kekerasan, bahkan menghajar istrinya sampai babak belur, istri mendapatkan pendampingan dari Komnas Perempuan untuk mendapatkan hak-haknya," ujar Gus Miftah.
Ia meminta para suami sebaiknya tidak terlalu berlebihan dengan statusnya sebagai kepala rumah tangga. Status pemimpin rumah tangga, menurut Gus Miftah tidak serta merta membuat suami bisa berbuat seenaknya kepada istri.
Apalagi, istri juga memegang peranan penting dalam kehidupan rumah tangga. Sehingga sebaiknya suami juga menghargai istrinya.
"Saya setuju karena terkadang suami itu berlebih-lebihan dan terlalu jauh. Melegitimasi diri sebagai pemimpin rumah tangga, sebagai imam. Padahal kadang kala belum bisa menjadi imam yang baik. Belum bisa menjadi pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab. Memukul istrinya 'aku imam!' Nggak bisa dong bro," ucap Gus Miftah.
![Tangkapan layar ceramah Oki Setiana Dewi soal istri tutupi KDRT. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/02/03/59979-tangkapan-layar-ceramah-oki-setiana-dewi-soal-istri-tutupi-kdrt-instagram.jpg)
"Istri kita juga begitu banyak membantu dalam rumah tangga, ekonomi, membantu mengasuh anak, menyelesaikan pekerjaan rumah, melayani suami, dan lain sebagainya. Maka kita tidak boleh sewenang-wenang kepada istri."
- 1
- 2