alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mandalika Siapkan Karantina Untuk Penonton MotoGP dari Luar Negeri, Ini Alurnya

Eviera Paramita Sandi Rabu, 12 Januari 2022 | 14:47 WIB

Mandalika Siapkan Karantina Untuk Penonton MotoGP dari Luar Negeri, Ini Alurnya
Penumpang di Bandara Lombok Praya, NTB

Hal ini disampaikan oleh Komandan Lapangan Persiapan MotoGP Sirkuit Mandalika Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto.

SuaraBali.id - Menjelang perhelatan akbar MotoGP di Sirkuit Mandalika berbagai persiapan pun dilakukan oleh pemerintah setempat. Salah satunya adalah menyiapkan fasilitas karantina bagi penonton balap motor dari luar negeri.

Hal ini disampaikan oleh Komandan Lapangan Persiapan MotoGP Sirkuit Mandalika Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto.

Setiap pelaku perjalanan dari luar negeri yang hendak menyaksikan balapan di Sirkuit Mandalika akan menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 menggunakan metode RT-PCR di bandara dan kemudian diantar ke hotel yang sudah ditentukan dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan.

"(Pada) Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) akan dilakukan sistem travel bubble sehingga setelah proses visa dan custom clearance PPLN akan langsung diarahkan ke hotel," katanya di Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/1/2022).

PPLN yang sudah dinyatakan negative menurut hasil pemeriksaan PCR lah yang bisa memasuki area tier 1 sirkuit. Disebutkan pula bahwa akan ada satuan tugas khusus yang akan menangani pelaku perjalanan dari luar negeri yang datang untuk menyaksikan balapan di Sirkuit Mandalika.

"Akan ada petugas khusus nantinya yang akan mengawal wisatawan luar negeri," katanya.

Panitia nasional terus mematangkan persiapan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika guna memastikan sarana dan prasarana pendukung siap sebelum peserta dan penonton balapan tiba.

Hotel dan penginapan sudah disiapkan di sekitar kawasan Mandalika guna menampung peserta dan penonton MotoGP.

"Karena kita akan menjual 65 ribu (tiket), untuk hotel di Lombok 16 ribu kamar, ditambah solusi yang kita hadirkan adalah Sarhunta (sarana hunian pariwisata), hotel terapung, kemudian hotel-hotel di Bali," kata Marsekal Hadi. (ANTARA)

Komentar

Berita Terkait