alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Sakti eks Sheila On 7 Hijrah, Curiga Masuk Aliran Islam Garis Keras

Pebriansyah Ariefana Rabu, 05 Mei 2021 | 14:27 WIB

Kisah Sakti eks Sheila On 7 Hijrah, Curiga Masuk Aliran Islam Garis Keras
Sakti eks Sheila On 7 hijrah (@salman_al_jugjawy)

Mantan gitaris Sheila on 7 bernama lengkap Sakti Ari Seno itu hijrah berawal dari keingininnya untuk meninggalkan gempita dunia hiburan pada tahun 2004 silam.

SuaraBali.id - Sakti eks Sheila On 7 hijrah mendalami agama hingga keluar dari Sheila On 7. Sampai kini Sakti menjadi salah satu pemuka agama dan berceramah di banyak tempat.

Namun kisah Sakti eks Sheila On 7 hijrah, banyak cerita menarik. Salah satunya pihak keluarga takut Sakti memilih ikuti ajaran Islam garis keras.

Mantan gitaris Sheila on 7 bernama lengkap Sakti Ari Seno itu hijrah berawal dari keingininnya untuk meninggalkan gempita dunia hiburan pada tahun 2004 silam.

Setelah hijrah, Sakti kerap dipanggil Salman Al Jugjawy.

Baca Juga: Chord dan Lirik Lagu Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki Sheila on 7

Kisah hijrahnya dimulai dengan kabar sang ibu yang mendadak sakit dan dirawat di rumah sakit.

Kabar tak mengenakan itu didapat Sakti ketika pulang ke rumah, usai meramaikan konser Soundrenaline di Surabaya.

Sakti eks Sheila on 7 (@salman_al_jugjawy/instagram).
Sakti eks Sheila on 7 (@salman_al_jugjawy/instagram).

Dalam benak dan pikirannya, dia merasa bersalah karena terlalu sibuk dengan kariernya sebagai musisi terkenal. Dia melihat langsung kala itu sang ibu terlihat begitu lemah berbaring di ranjang.

Wajar kalau saat itu perasaannya campur aduk hingga akhirnya terpikir dalam benaknya, ‘sebenarnya hidup ini apa yang dicari?’.

Batin Sakti eks Sheila on 7 ini semakin bergetar ketika diberi majalah oleh tantenya yang menulis tentang kisah orang mati suri. Dia pun semakin merenung tentang kematian. Perlahan namun pasti Salman mulai memperbaiki ibadahnya.

Baca Juga: 7 Potret Awet Muda Duta Sheila On 7, Video Nyanyi di Kondangan Viral Lagi

Sekitar tahun 2004-2005, Sakti kala itu hendak berangkat ke Malaysia bersama Eross untuk menghadiri sebuah penghargaan. Sambil menunggu jadwal pesawat tiba, Sakti pun keliling Bandara Adisucipto, hingga akhirnya berhenti di salah satu toko buku.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait