alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Petani Salak Jembrana Turunkan Harga, Bertahan di Masa Pandemi COVID-19

Pebriansyah Ariefana Selasa, 23 Februari 2021 | 09:25 WIB

Petani Salak Jembrana Turunkan Harga, Bertahan di Masa Pandemi COVID-19
Pertani salak Jembrana turun harga jual salak untuk bertahan hidup di masa pandemi COVID-19. (BeritaBali)

Salak hasil perkawinan antara salak yang berbeda tersebut ditanam dengan sistem organik.

SuaraBali.id - Pertani salak Jembrana turun harga jual salak untuk bertahan hidup di masa pandemi COVID-19. Petani salak itu ada di Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo Jembrana.

Mereka menurunkan harga salak per kilonya. Salak hasil perkawinan antara salak yang berbeda tersebut ditanam dengan sistem organik.

Kondisi itu diceritakan petani salak di Banjar Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana I Made Sunarya (61).

"Astungkara, di masa pandemi covid-19 ini hasil panennya bisa dipakai bertahan di tengah pandemi ini," ungkap Sunarya.

Baca Juga: Jangan Percaya Hoaks, Ini 5 Cara Cek Fakta Informasi Secara Mandiri!

Dia menanam salak setelah menjalani percobaan kawin silang antara salah satu dengan salak lainnya, dan selama 4 tahun hasil buahnya memiliki keunggulan dari salak salak lainnya.

Salak yang diberi nama salak Gatri ini sekaligus sebagai maskot hasil pertanian di Desa Penyaringan Jembrana ditanamnya sejak puluhan tahun lalu. Rasa salak ini pun sangat manis dan memiliki 3 batu di dalam buahnya.

"Kebun salak saya ini seluas 60 are dan berisi 1.000 pohon. Sebelum pandemi corona bisa memanen salak hingga 80 kg. Dan saat ini hanya bisa memanen salak sekitar 40 kg per hari atau sesuai pesanan saja," imbuh Sunarya Senin (22/02/2021).

Selain konsumen datang langsung ke kebun salak untuk membeli, Sunarya juga melayani pemesanan lewat media sosial.

"Saya juga menjual salak melalui online untuk menghindari kontak langsung dengan pembeli agar menghindari penularan covid," imbuhnya.

Baca Juga: Ini Efek yang Dirasakan Tenaga Kesehatan di Bandar Lampung Setelah Divaksin

Sementara harga per kilo salak yang dijual seharga Rp9.000, sedangkan sebelum pandemi harga per kilo seharga Rp10.000.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait