alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Pilu ODGJ Dipasung Keluarganya

Dythia Novianty Rabu, 17 Februari 2021 | 09:21 WIB

Kisah Pilu ODGJ Dipasung Keluarganya
Ilustrasi dipasung (Antara/Syaiful Arif)

Sebuah kisah pilu viral di media sosial.

SuaraBali.id - Sebuah kisah pilu viral di media sosial. Penderita Orang Dengan Gangguannya Jiwa (ODGJ) dipasung keluarganya sendiri.

Bunbun Bunyamin (50), warga warga Kampung Pasirkihiang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dianggap serinng meresahkan keluarga dan warga sekitar.

Kisah pilunya diunggah pemilik akun facebook Nanang di grup Urang Bandung Barat. Disebutkan 'Pemerintah Desa Sindangkerta KBB Diduga Melakukan Pembiaran Pemasungan Terhadap Warganya yang Sakit Kejiwaan'.

Dilansir laman BeritaBali, Rabu (17/2/2021), dicoba klarifikasi kebenaran informasi tersebut kepada keluarga korban.

Baca Juga: Kasian Banget, Driver Ojol Gagal Antarkan Orderan Gara-gara HP Dicolong

Rupanya benar telah terjadi pemasungan terhadap Bunbun dan itu dilakukan keluarganya menggunakan rantai.

Pihak keluarga menyatakan bahwa pemasungan itu terpaksa dilakukan. Melalui sang ayah, Hapid (76), mengungkapkan beberapa kali Bunbun dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain, sampai akhirnya ditempatkan di ruangan khusus dengan kakinya dirantai agar tak bisa berkeliaran.

"Kalau enggak dibeginikan (dipasung) suka mengamuk, nanti bisa mengganggu keluarga sama warga di sini," tutur Hapid.

Bunbun merupakan anak ketiga dari pasangan Hapid (76) dan Entin Kartini (75). Menurut penuturan Hapid, anaknya itu sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak usia 19 tahun. Artinya, saat ini Bunbun sudah 31 tahun mengalami gangguan kejiwaan.

"Dulunya bekerja di pabrik pembuatan ban di Tangerang. Tiba-tiba dia pulang dalam kondisi seperti ini, ngobrol enggak nyambung. Memang sebelumnya sempat cerita, stres di tempat bekerja," ungkap Hapid.

Baca Juga: Video Detik-detik Kiai Jajang Meninggal Dunia saat Lantunkan Ayat Al Quran

Kondisi Bunbun jika sedang kumat, kerap mengamuk dan melakukan perbuatan yang mengancam keselamatan keluarga, warga setempat, bahkan dirinya sendiri.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait