alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PPKM Bali Jilid II Dimulai Hari Ini, Ada Aturan Baru

Husna Rahmayunita Selasa, 26 Januari 2021 | 12:26 WIB

PPKM Bali Jilid II Dimulai Hari Ini, Ada Aturan Baru
Pantai Kuta sepi pengunjung sejak pandemi, Kamis (13/11/2020). (Suara.com/Silfa)

PPKM jilid II di Bali berlaku untuk lima kota/kabupaten.

SuaraBali.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM jilid II mulai berlaku di Jawa Bali hari ini, Selasa (26/1/2021) hingga 8 Februari mendatang.

PPKM Bali jilid II berlaku untuk lima kabupaten/kota, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan, dan Klungkung.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran Nomor 02 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Dalam SE berisi sejumlah aturan yang berbeda dibandingkan SE PPKM sebelumnya.

Baca Juga: Masih Banyak Pelanggaran, PPKM Dinilai Tak Efektif Tekan Penularan Covid-19

"SE ini dibuat berdasarkan Instruksi Mendagri No 02 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19," katanya dalam surat edarannya yang diterima Antara, Senin (25/1/2021).

Menurut dia, dikeluarkannya SE itu juga karena memperhatikan semakin tingginya penularan kasus COVID-19 di wilayah Provinsi Bali saat ini yang ditandai dengan peningkatan kasus harian.

"Perlu bagi semua pihak untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan, serta citra positif Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia," ujarnya.

Aturan bagi PPDN

Adapun isi SE tersebut di antaranya mengatur pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali dengan transportasi udara, darat dan laut.

Baca Juga: Bandel! 2 Kali Minimarket Gresik Ini Langgar PPKM, Pegawai Dihukum Push up

Gubernur Bali I Wayan Koster dalam live talkshow satgas Covid-19 (Tangkap Layar/Youtube BNPB)
Gubernur Bali I Wayan Koster dalam live talkshow satgas Covid-19 (Tangkap Layar/Youtube BNPB)

Bagi yang menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji usap berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan atau surat keterangan hasil negatif tes cepat antigen paling lama 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait