SuaraBali.id - Kematian Kepala Dusun Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar mengejutkan warga. Korban I Made Yudana mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Sebelum ditemukan meninggal, rupanya Made sempat menuliskan wasiat. Wasiat tersebut dibagikannya lewat status Facebook.
Dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), dalam unggahannya, sang kadus memohon maaf kepada istri, ketiga anak, cucu, rekannya sesama kadus, Kepala Desa Bukian, anggota DPRD Kabupaten Gianyar, hingga Bupati Gianyar I Made Mahayastra.
Kepada orang yang disebut namanya itu, korban menitipkan ketiga anak-anaknya agar diberikan pekerjaan.
Baca Juga:Pikiran Kalut, Pria Asal Jakarta Loncat dari Jembatan, Patah Tulang Kaki
Khusus untuk anak bungsunya yang masih kelas 4 SD, korban meminta agar bisa tetap sekolah. Korban sendiri diketahui merupakan kader partai.
Sementara dalam status terakhirnya, korban menyampaikan permintaan maaf kepada teman, keluarga dan masyarakat. Ia juga meminta agar diantar ke kuburan.
![Ilustrasi jenazah atau mayat. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/07/09/36912-ilustrasi-jenazah-atau-mayat.jpg)
Sebelumnya, I Made Yudana ditemukan tewas gantung diri di gubuk, Rabu (14/11/2020) sekitar pukul 11.00 Wita.
Menurut keterangan sepupu korban, I Wayan Kartawan (48), Made masih melakukan aktivitas seperti biasa pada pukul 07.00 Wita.
Selanjutnya korban berangkat ke kantor Desa Bukian untuk gotong-royong bersama perangkat Desa Bukian.
Baca Juga:WNI, Janda Teroris Ditangkap Akan Melakukan Aksi Bom Bunuh Diri di Filipina
Namun usai kegiatan tersebut, Kepala Desa Bukian Made Junartha terkejut membaca status yang dibagikan korban ke Facebook.
- 1
- 2