- Gubernur Bali Wayan Koster meninjau SPBU Jalan Diponegoro Denpasar pada Rabu (14/10) malam terkait antrean BBM.
- Koster membantah terjadi miskomunikasi dan menyatakan petugas SPBU hanya meluapkan kelelahan akibat bekerja di tengah antrean panjang.
- Pemerintah mengerahkan personel TNI di 50 dari rencana 66 SPBU di Denpasar dan Badung untuk mengamankan distribusi BBM.
SuaraBali.id - Gubernur Bali, Wayan Koster buka suara soal viralnya video dirinya di media sosial dengan seorang perempuan operator SPBU 54.801.48, di Jalan Diponegoro, Kota Denpasar, yang marah saat kunjungan dirinya, pada Rabu (14/10) malam kemarin.
Gubernur Koster menjawab, soal pertanyaan awak media terkait saat kunjungan ke SPBU, ada petugas yang sampai menangis apa saat itu terjadi miskomunikasi.
Gubernur Koster mengatakan, tidak ada miskomunikasi dia hanya meminta agar petugas SPBU melayani masyarakat yang antre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tersebut.
"Enggak (ada miskomunikasi). Saya bilang jangan ngeluh, layani konsumen. Walaupun capek iya layani, enggak boleh ngerasa capek," kata Koster di Denpasar, Bali, Kamis (15/10).
Gubernur Koster menduga bahwa petugas tersebut kemungkinan meluapkan kecapeannya dan terkait peristiwa tersebut tidak ada masalah.
"Iya (mungkin meluapkan kecapeannya). Enggak ada masalah," ujarnya.
Gubernur Koster juga menerangkan, soal adanya keluhan petugas SPBU yang belum bisa buka 24 jam kemungkinan mereka karena kecapean.
"Iya mungkin kecapean, tapi untuk malam petugasnya dari TNI," ujarnya.
Personel TNI dikerahkan mengamankan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Bali, menyusul antrean panjang kendaraan dan direncanakan ditempatkan di 66 SPBU di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali.
Baca Juga: Ojol di Bali Jual Bensin Eceran ke Bule Rp200 Ribu Per Botol Diburu Polisi
"Rencananya di 66 SPBU tapi baru bisa jalan 50 SPBU. (Untuk personil) satu SPBU ada dua dan satu (personil) di Denpasar dan Kabupten Badung," ujarnya.
Sebelumnya, viral di media sosial terkait perselisihan antara Gubernur Bali Wayan Koster dan seorang petugas SPBU dan menjadi sorotan di media sosial.
Momen tersebut terjadi saat antrean kendaraan mengular di sejumlah wilayah Bali.
Petugas SPBU itu diduga meluapkan kekesalannya karena kelelahan bekerja di tengah kebijakan operasional SPBU selama 24 jam.
Saat gubernur meninjau langsung kondisi di Denpasar, pegawai tersebut menyampaikan protes dan menegaskan bahwa dirinya bukan robot yang bisa terus bekerja tanpa henti.
Kontributor : M Dafi
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Gubernur Bali Buka Suara Terkait Video Viral Bertengkar dengan Pegawai SPBU
-
Ojol di Bali Jual Bensin Eceran ke Bule Rp200 Ribu Per Botol Diburu Polisi
-
YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas
-
Dari Asisten Virtual hingga BRImo, BRI Hadirkan Layanan Nasabah yang Praktis
-
Akibat Susah Dapat BBM, Pemprov Bali: Pegawai WFH dan Siswa Belajar Daring