Muhammad Yunus
Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:54 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Rabu (9/7/2025) [suara.com/Putu Yonata Udawananda]
Baca 10 detik
  • Gubernur Bali Wayan Koster meninjau SPBU Jalan Diponegoro Denpasar pada Rabu (14/10) malam terkait antrean BBM.
  • Koster membantah terjadi miskomunikasi dan menyatakan petugas SPBU hanya meluapkan kelelahan akibat bekerja di tengah antrean panjang.
  • Pemerintah mengerahkan personel TNI di 50 dari rencana 66 SPBU di Denpasar dan Badung untuk mengamankan distribusi BBM.

SuaraBali.id - Gubernur Bali, Wayan Koster buka suara soal viralnya video dirinya di media sosial dengan seorang perempuan operator SPBU 54.801.48, di Jalan Diponegoro, Kota Denpasar, yang marah saat kunjungan dirinya, pada Rabu (14/10) malam kemarin.

Gubernur Koster menjawab, soal pertanyaan awak media terkait saat kunjungan ke SPBU, ada petugas yang sampai menangis apa saat itu terjadi miskomunikasi.

Gubernur Koster mengatakan, tidak ada miskomunikasi dia hanya meminta agar petugas SPBU melayani masyarakat yang antre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tersebut.

"Enggak (ada miskomunikasi). Saya bilang jangan ngeluh, layani konsumen. Walaupun capek iya layani, enggak boleh ngerasa capek," kata Koster di Denpasar, Bali, Kamis (15/10).

Gubernur Koster menduga bahwa petugas tersebut kemungkinan meluapkan kecapeannya dan terkait peristiwa tersebut tidak ada masalah.

"Iya (mungkin meluapkan kecapeannya). Enggak ada masalah," ujarnya.

Gubernur Koster juga menerangkan, soal adanya keluhan petugas SPBU yang belum bisa buka 24 jam kemungkinan mereka karena kecapean.

"Iya mungkin kecapean, tapi untuk malam petugasnya dari TNI," ujarnya.

Personel TNI dikerahkan mengamankan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Bali, menyusul antrean panjang kendaraan dan direncanakan ditempatkan di 66 SPBU di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali.

Baca Juga: Ojol di Bali Jual Bensin Eceran ke Bule Rp200 Ribu Per Botol Diburu Polisi

"Rencananya di 66 SPBU tapi baru bisa jalan 50 SPBU. (Untuk personil) satu SPBU ada dua dan satu (personil) di Denpasar dan Kabupten Badung," ujarnya.

Sebelumnya, viral di media sosial terkait perselisihan antara Gubernur Bali Wayan Koster dan seorang petugas SPBU dan menjadi sorotan di media sosial.

Momen tersebut terjadi saat antrean kendaraan mengular di sejumlah wilayah Bali.

Petugas SPBU itu diduga meluapkan kekesalannya karena kelelahan bekerja di tengah kebijakan operasional SPBU selama 24 jam.

Saat gubernur meninjau langsung kondisi di Denpasar, pegawai tersebut menyampaikan protes dan menegaskan bahwa dirinya bukan robot yang bisa terus bekerja tanpa henti.

Kontributor : M Dafi

Load More