Muhammad Yunus
Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB
Antrean panjang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bali, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali [SuaraBali.id/Humas Polresta Denpasar]
Baca 10 detik
  • Antrean panjang dan kepadatan lalu lintas terjadi di SPBU Denpasar serta Badung sejak Senin, 12 Oktober.
  • Sat Lantas Polresta Denpasar mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan serta mengatur lalu lintas di lokasi SPBU.
  • Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan stok BBM tersedia cukup dan mengimbau warga agar tidak panik.

“Personel kami turun langsung ke lapangan untuk membantu mengatur antrean kendaraan dan mengantisipasi terjadinya kemacetan di sekitar SPBU. Kami juga terus memantau perkembangan situasi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan tertib,” ujar Kompol Apriyoga.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, bersabar saat mengantre, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat diharapkan tidak saling menyerobot antrean maupun melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan perselisihan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan saling menghormati selama mengantre BBM. Apabila stok di salah satu SPBU sedang kosong, silakan mencari alternatif SPBU lain dengan tetap memperhatikan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” ujarnya.

Penjelasan Gubernur

Gubernur Bali, Wayan Koster merespon soal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Bali, hingga menyebabkan antrean panjang di sejumlah titik stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali.

Gubernur Koster menerangkan, bahwa pasokan BBM di depo atau terminal BBM di Depo Manggis, Kabupaten Karangasem dan Depo Pesanggaran, di Kota Denpasar, sudah ada.

"Pasokannya cukup tersedia di depo, di Manggis dan di Pesanggaran hari ini hadir. Tapi distribusi dari depo ke SPBU sedang berjalan mulai kemarin sore sampai tadi pagi, sampai hari ini juga. Dan memang tidak terlalu mulus karena jalan itu kan ada macetnya," kata Koster di Denpasar, Bali.

Ia menyebutkan, terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali, pihaknya menduga karena warga takut kehabisan BBM, sehingga ramai-ramai mendatangi SPBU.

"Dan begini, mungkin karena warga itu takut kehabisan, ramai-ramai sekaligus. Sehingga suplainya ke SPBU itu habis, karena kebanyakan warga mengisi kendaraannya. Jadi enggak cukup sehingga bolak-balik itu, kan butuh waktu," katanya.

Baca Juga: 11 Ekor Pari Mobula Satwa Dilindungi Mati Terpotong di Bali

Ia menyatakan, bahwa masyarakat Bali tidak perlu panik karena stok BBM untuk di wilayah Bali stoknya tersedia dan satu atau dua hari ini pasokan BBM akan normal.

"Sebenarnya, tidak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup. Untuk Bali saya pastikan untuk ke depan ini tidak (ada kelangkaan). Satu dua hari ini, mestinya sudah normal. (Untuk Bali) aman. Boleh dicek di Manggis atau Pesanggaran di deponya," ujarnya.

Sebelumnya, di sejumlah titik SPBU di wilayah Bali mengalami antrean panjang. Hal tersebut terjadi, karena kekosongan bahan bakar minyak BBM. Antrean panjang terjadi sejak Senin (12/10) hingga hari ini.

Antrean kendaraan di SPBU mengular hingga di luar SPBU di Bali dan membuat pihak kepolisian mendatangi sejumlah SPBU di Bali, untuk mengantisipasi kemacetan di jalan dan berjalan tertib.

Kontributor : M Dafi

Load More