- Warga negara Australia berinisial SDJ dan dua anaknya ditemukan tewas di bungalow Bali pada Minggu (13/9).
- Polisi menduga SDJ membekap kedua anaknya hingga tewas sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
- Ketiga jenazah korban telah dibawa ke RSUP Prof. dr. Ngoerah untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kemudian, pemilik bungalow menghubungi e kepala lingkungan (Kelian) dan beberapa menit kemudian kelian bersama sejumlah tetangga mendatangi lokasi. Warga sempat mengetuk dan menggedor pintu sambil memanggil penghuni bungalow. Namun, tidak mendapat respons dari dalam.
Selanjutnya, karena khawatir terjadi sesuatu, pintu akhirnya dibuka secara paksa, Setelah pintu terbuka, warga mendapati SDJ berada dalam kondisi tergantung pada terali besi jendela menggunakan kabel setrika berwarna putih.
Sementara itu, kedua anak korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan posisi tubuh saling bertindihan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal bersama tim identifikasi Polresta Denpasar.
"Dari hasil pemeriksaan luar terhadap kondisi ketiga korban dan dari pemeriksaan awal diduga bahwa kedua anak korban meninggal akibat tindakan kekerasan. Sementara SDJ diduga meninggal dunia dengan cara gantung diri," jelasnya.
Saat ini ketiga jenazah telah berada di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,
Kombes Leonardo menyampaikan, saat ini petugas dari Polsek Kuta masih melakukan penyelidikan.
“Penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk olah TKP, pemeriksaan rekaman CCTV di TKP dan pemeriksaan terhadap para saksi. Termasuk terhadap istri korban untuk memastikan penyebab kematian para korban," ujarnya.
"Pihak Kepolisian Polsek Kuta saat ini telah meminta keterangan dari istri korban dan juga telah memeriksa rekaman CCTV di rumah korban. Selain itu pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Australia terkait korban yang merupakan warga negara Australia," ujarnya.
Baca Juga: Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
Catatan Redaksi: Peringatan agar pembaca tidak meniru tindakan ini dan mencari bantuan profesional jika mengalami tekanan psikis. Segera hubungi tenaga kesehatan mental.
Kontributor : M Dafi
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida