Muhammad Yunus
Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Ilustrasi kebakaran lahan [SuaraBali.id/Antara]
Baca 10 detik
  • BPBD Bali meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemarau panjang 2026 yang memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
  • Kekeringan periode 11 April hingga 28 Agustus 2026 berdampak pada 529 kepala keluarga di tiga kabupaten.
  • Pemerintah menyalurkan 611.200 liter air bersih serta memperketat pengawasan terhadap risiko kebakaran di berbagai wilayah.

Pemantauan intensif dilakukan di beberapa titik vital, seperti TPST 3R Culik di Kecamatan Abang Karangasem yang sempat terdampak sekitar 10 are, TPST 3R Tejakula di Buleleng, serta TPA Suwung di Jalan Bypass Ngurah Rai yang terdampak sekitar 2 are.

Atas dampak-dampak ini, BPBD Bali menegaskan fenomena iklim ekstrem membutuhkan peningkatan kapasitas penanganan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Upaya kesiapsiagaan dinilainya tidak boleh hanya mengandalkan pergerakan distribusi air saat bencana sedang berlangsung.

"Bukan hanya dari sisi armada distribusi air, tetapi juga ketersediaan sumber air, infrastruktur penyimpanan air, jaringan distribusi, sistem pemantauan, serta koordinasi antarinstansi," ujarnya.

Ia menyadari ke depan penanganan kekeringan di Pulau Dewata harus diubah ke arah pendekatan yang lebih kuat berbasis ketahanan dan mitigasi risiko jangka panjang.

Load More