- Siswa yang tidak lolos seleksi SNBP 2026 dapat mencoba kembali melalui jalur SNBT untuk masuk perguruan tinggi negeri.
- Materi tes SNBT meliputi Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi yang mencakup berbagai kemampuan penalaran serta literasi bahasa.
- Artikel menyediakan contoh soal beserta pembahasannya sebagai panduan latihan ujian bagi peserta seleksi masuk perguruan tinggi tersebut.
SuaraBali.id - Bagi pelajar yang tidak berhasil lolos Perguruan Tinggi Negeri dalam seleksi SNBP 2026, masih ada kesempatan untuk mencoba jalur SNBT.
Materi tes dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) terdiri atas dua komponen, yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi.
Dalam Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis tes, diantaranya yakni Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris hingga Penalaran Matematika.
Berikut contoh soal Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU) SNBT yang pernah muncul saat SNBT beberapa tahun lalu:
1. Bacalah tulisan berikut untuk menjawab pertanyaan!
(1) Urbanisasi sering dianggap sebagai indikator kemajuan ekonomi, namun fenomena urban sprawl (pemekaran kota yang tidak terkendali) membawa dampak ekologis yang serius.
(2) Konversi lahan pertanian dan hutan menjadi area permukiman mengurangi daerah resapan air, meningkatkan risiko banjir, dan memutus koridor keanekaragaman hayati.
(3) Selain itu, ketergantungan pada kendaraan pribadi akibat sistem transportasi publik yang buruk di daerah penyangga memperparah emisi karbon.
(4) Konsep Compact City ditawarkan sebagai antitesis, menekankan pada kepadatan hunian tinggi yang terintegrasi dengan transportasi massal.
Baca Juga: Jangan Asal Masuk PTN! Lakukan 3 Persiapan Penting Ini Sebelum Terlambat
(5) Namun, implementasi konsep ini di negara berkembang menghadapi tantangan sosial-budaya.
(6) Masyarakat sering kali memiliki preferensi kultural terhadap rumah tapak (landed house) dibandingkan hunian vertikal.
(7) Resistensi ini diperkuat oleh mahalnya biaya perawatan apartemen dan kurangnya ruang interaksi sosial komunal yang menjadi ciri khas kampung kota.
(8) Oleh karena itu, pendekatan perencanaan kota tidak boleh hanya bersifat teknokratis, melainkan harus partisipatif dengan mengakomodasi kearifan lokal.
Kalimat utama paragraf pertama terdapat pada...
A. Kalimat (1)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Bukan Penjara, Kejaksaan Lombok Tengah Ubah Pelaku Kejahatan Jadi Tenaga Kerja Handal
-
Bukan Mistis, Ini Cara Keren Fadli Zon Kenalkan Keris ke Generasi Digital
-
Warga Lombok Temukan Harta Karun Keramik Kuno Saat Bongkar Makam, Videonya Viral
-
Puluhan Ritel Modern Tutup Karena Koperasi Merah Putih? Ini Penjelasan Pemerintah Lombok Tengah
-
Restoran Fine Dining di Ubud yang Cocok Buat Anniversary