- Masyarakat Kota Mataram membersihkan masjid dan musala, termasuk mencuci karpet, sebagai tradisi rutin menjelang Ramadan.
- Tradisi ini dilakukan atas inisiatif warga, seperti yang disampaikan Imam di Lingkungan Turida Barat pada Minggu (15/2/2026).
- Pencucian karpet dilakukan jauh hari sebelum puasa untuk mengantisipasi cuaca hujan agar karpet dapat kering sempurna.
SuaraBali.id - Memasuki bulan suci Ramadan, masyarakat mulai membersihkan lingkungan terutama masjid dan musala sebagai tempat menjalankan ibadah.
Selain membersihkan bangunan masjid dan musala, masyarakat juga menjadikan mencuci karpet tempat ibadah menjadi tradisi atau kegiatan rutin jelang Ramadan.
Imam misalnya salah seorang warga di Lingkungan Turida Barat kelurahan Turida Sandubaya Kota Mataram mengatakan tradisi cuci karpet ini sudah berlangsung sejak lama.
Untuk menyambut bulan yang suci Ramadan, tempat ibadah dan fasilitas ibadah lainnya dibersihkan.
“Kita gotong royong sama masyarakat disini. Setelah masuk puasa kan semua rapi dan bersih,” katanya Minggu (15/2/2026).
Misalnya kata Imam, pekan ini sudah mulai membersihkan mushola yang ada di lingkungannya.
Selain membersihkan kawasan musala, karpet-karpet yang ada juga dicuci oleh masyarakat terutama anak-anak muda setempat.
“Ini biasa kita lakukan setiap jelang Ramadan. Kita bersih-bersih supaya pada saat Ramadhan tiba kita enak melaksanakan shalat tarawih karena semua bersih,” katanya.
Dijelaskan, pencucian karpet ini sengaja dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.
Baca Juga: Menu Sahur dan Berbuka Gratis Tersedia! Ini Tiga Masjid Ramah Jamaah di Kota Mataram
Karena melihat cuaca saat ini yang turun hujan sehingga dikhawatirkan tidak bisa kering dalam sehari.
“Ini jauh hari sebelum puasa kita cuci. Karena musim hujan ini takutnya tidak bisa kering dalam sehari,” katanya.
Lokasi mencuci karpet biasanya anak-anak muda setempat memilih ke sungai besar baik yang ada di Kota Mataram maupun di Kabupaten Lombok Barat.
Karena selain lokasi yang luas dengan air yang mengalir memudahkan proses pencucian karpet.
Para pemuda tinggal merendam karpet berbagai ukuran kemudian digosok dengan sabun. Setelah bersih, karpet dijemur di lokasi.
Ada juga yang langsung dibawa pulang untuk dijemur di tempat masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Musim Menetas! 23 Telur King Kobra Ditemukan di Kebun Warga
-
Awas Maling! Polda NTB Terjunkan Tim Khusus Selama MotoGP Mandalika 2026
-
Menteri Hukum: Karya 100 Persen Buatan AI Tidak Dapat Perlindungan
-
BRI Junio Bawa Nuansa Mobile Legends ke Kartu Debit, Lengkap dengan Beragam Benefit Nasabah
-
Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal