- Banjir rob melanda Kampung Bugis Mataram pada Rabu (21/1) malam akibat cuaca ekstrem, merusak 18 rumah warga.
- Sebanyak 18 rumah dilaporkan rusak akibat hantaman gelombang, memaksa sejumlah warga untuk mengungsi sementara ke kerabat atau masjid.
- Pemerintah Kota Mataram mendata 25 KK terdampak serta telah menyiapkan posko logistik dan dapur umum sebagai tanggap darurat.
SuaraBali.id - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini mengakibatkan bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Misalnya, Rabu (21/1) malam gelombang dan banjir rob melanda Kampung Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 18 rumah warga rusak akibat dihantam gelombang.
Sehingga untuk sementara waktu warga harus mengungsi ke rumah keluarga atau masjid terdekat.
Salah seorang warga Kampung Bugis, Yuliana mengatakan bangunan rumah yang sudah ditempati puluhan tahun bersama keluarganya terpaksa harus ditinggalkan.
Karena posisinya tepat berada di pinggir pantai, bangunan rumah tersebut tidak luput dari hantaman gelombang.
Ia menceritakan, sekitar pukul 02.00 dini hari bangunan rumah miliknya roboh dan saat ini hanya tersisa sebagian kecil dari bangunan yang ada.
“Kita memang sudah tinggalkan rumah ini pada saat cuaca ekstrem. Karena sudah mulai khawatir. Semua barang juga sudah kita pindahkan,” katanya, Kamis (22/1/2026).
Yuliana menuturkan, gelombang mulai tinggi sekitar pukul 19.00 wita. Kondisi ini berlangsung hingga dini hari. Warga setempat juga mulai was-was sehingga memilih untuk berjaga.
Baca Juga: Fase Purnama, 7 Wilayah di Bali Harus Waspada Banjir Rob Diantaranya Denpasar Dan Tabanan
“Tahun lalu memang sudah rusak sedikit. Tapi sekarang ini sudah tidak bisa ditempati lagi,” katanya.
Kehilangan tempat tinggal memaksa dia dan keluarga untuk mencari rumah yang bisa disewa sehingga bisa tidur dengan lebih aman dan tenang.
Karena ia juga merasa tidak enak jika harus tinggal dalam jangka waktu lebih lama di rumah keluarga.
“Kita cari sewa sekarang. Sudah tidak ada bangunan lagi,” katanya.
Rumah yang rusak tidak hanya miliknya melainkan beberapa rumah lainnya juga mengalami hal yang sama.
Bahkan informasi yang diterimanya gelombang akan semakin tinggi pada Kamis (22/1) malam nanti.
“Roboh juga rumah tetangga saya sekitar tiga rumah di samping saya ini,” katanya.
Pemerintah katanya sudah datang memantau kondisi warga. Belum ada janji apa-apa yang diterima hanya pendataan saja oleh petugas.
“Kita di data saja tadi,” ungkapnya.
Kondisi saat ini katanya tidak hanya kali ini saja. Namun karena sudah beranak pinak di kampung tersebut, mereka sudah merasa terbiasa.
“Kita sudah merasa terbiasa dan kalau sudah besar sekali kita pindah ke lokasi yang lebih aman,” tuturnya.
Warga lainnya juga merasakan hal yang sama. Meski tempat tinggal tidak rusak parah, namun barang elektronik yang dimiliki sudah tidak bisa diselamatkan lagi seperti TV, kulkas dan lainnya.
“Barang elektronik sudah rusak semua,” kata Ana saat ditemui usai menutup rumah dengan karung berisi pasir.
Gelombang yang menghantam rumahnya mengakibatkan pagar luar rusak. Air laut masuk kedalam dan untuk bisa mengeluarkan air tersebut, dia terpaksa menjebol tembok bagian belakang rumahnya.
“Terpaksa kita jebol. Karena air yang masuk dan tidak bisa keluar. Jadi terpaksa ini kita jebol agar keluar lewat belakang,” katanya.
Melihat cuaca saat ini, Ana sementara waktu memilih tinggal bersama keluarga di tempat yang lebih aman dan belum berani untuk kembali.
Barang yang bisa diselamatkan sudah dipindah ke tempat yang lebih aman.
“Belum berani untuk kembali. Kita juga belum tahu kapan akan memperbaikinya,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Mataram sedang mendata kerusakan yang terjadi. Dimana, berdasarkan data sementara sebanyak 18 rumah rusak.
Selain itu, 25 kepala keluarga (KK) atau 100 jiwa terdampak.
Pemkot Mataram juga sudah membuatkan posko logistic, dapur umum hingga posko pengungsian bagi warga.
“Kita buatkan posko buat warga. Dapur umum kita siapkan juga sebagai tanggap darurat,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzakki.
Kontributor : Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Maknai Tahun Kuda Api, BRI Imlek Prosperity 2026 Perkuat Layanan Wealth Management Nasabah
-
Bali Tutup Total Jalur Mudik 24 Jam Saat Nyepi, Pemudik Bisa Titip Kendaraan di Sini
-
Bosan Sama Nastar? 5 Kue Lebaran 'Anti-Mainstream' Ini Dijamin Jadi Favorit Gen Z
-
1 Tahun Danantara, BRI Berikan Dukungan Pendidikan Lewat 5.500 Paket Sekolah
-
BRI Berangkatkan Ribuan Pemudik Lebaran 2026 dan Pastikan Perjalanan Aman