- Daya tahan baterai mobil listrik umumnya delapan hingga sepuluh tahun, setelah itu performa menurun dan biaya penggantian sangat mahal.
- Performa baterai mobil listrik menurun drastis pada cuaca ekstrem panas atau dingin, serta konsumsi daya meningkat karena penggunaan AC.
- Infrastruktur pengisian daya (SPKLU) di Indonesia belum merata, serta ketersediaan layanan servis mobil listrik masih sangat terbatas.
SuaraBali.id - Mobil Listrik masih menjadi tren hingga awal Tahun 2026 ini. Selain unggul di efisiensi energi, mobil ini juga dipandang sebagai Solusi transportasi modern.
Mobil Listrik terbilang cukup hemat biaya operasional, jika dibandingkan dengan mobil BBM. Selain itu mobil ini juga ramah lingkungan dengan nol emisi saat digunakan.
Tak heran, jika mobil Listrik masih menjadi idola belakangan ini. Meskipun memiliki keunggulan yang membuat anda khilaf, rupanya ada sejumlah risiko yang harus siap diterimanya juga.
Berikut beberapa risiko yang harus dihadapi ketika memutuskan untuk membeli mobil Listrik:
1. Daya Tahan Baterai
Risiko pertama yang harus dihadapi saat memutuskan untuk membeli mobil Listrik adalah keawetan baterainya.
Umur pakai baterai mobil Listrik ini berkisar antara 8 – 10 tahun.
Setelah itu, di tahun berikutnya performanya akan menurun drastis dan penggantian baterai bisa menghabiskan ratusan juta rupiah.
2. Rentan Saat Cuaca Ekstrem
Baca Juga: Liburan ke Bali Makin Irit? Cek Harga Sewa Honda Brio di Sini
Mobil Listrik memang terbukti aman dikendarai saat hujan. Namun, baterainya justru rentan terhadap suhu eksrem.
Mobil Listrik ini kencang di awal karena torsi instan. Sementara itu, di daerah dengan suhu panas maupun dingin, performa baterainya langsung menurun drastis.
Tak hanya itu, konsumsi daya juga akan meningkat saat penggunaan AC atau pemanas kabin, yang berdampak pada jarak tempuh.
3. Penyebaran SPKLU Belum Merata
Penyebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia belum merata.
SPKLU relatif mudah ditemukan di wilayah Jabodetabek, sementara di kota – kota kecil masih belum merata.
Hal ini tentu menjadi risiko yang harus siap dihadapi bagi pemilik mobil Listrik, terlebih saat melakukan perjalanan jauh, maka harus berpikir dua tiga kali.
Anda memerlukan strategi pengisian yang matang dan waktu ekstra.
4. Servis Terbatas
Servis untuk mobil Listrik kini masih sangat terbatas. Risiko ini yang harus diterima bagi anda para pengguna mobil Listrik.
Tidak semua bengkel umum bisa menangani perawatan mobil Listrik.
Hal ini akhirnya membuat para pengguna mobil Listrik bergantung pada jaringan pabrikan.
Terlebih jika anda tinggal jauh dari kota besar, maka akan menjadi masalah tersendiri saat harus servis mendadak.
5. Nilai Jual Belum Stabil
Ketika membeli kendaraan, Sebagian besar orang pasti berpikir, suatu saat akan menjualnya kembali.
Dari sinilah, biasanya mereka akan berburu kendaraan yang memiliki nilai jual stabil.
Nah, mobil Listrik ini harga jual kembalinya masih fluktuatif.
Hal ini disebabkan karena pasarnya masih baru dan berkembang.
Selain itu, jika ada teknologi baterai baru dimasa depan, model lama semakin turun jauh harganya.
Berbeda dengan mobil BBM yang nilai depresiasinya relatif mudah diprediksi.
Masih tertarik dengan mobil Listrik? Pelajari lebih lanjut soal apa saja kelemahan mobil Listrik dan risiko – risikonya sebelum memutuskan untuk membeli.
Jangan sampai kecewa di kemudian hari ya!
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Dua Kali Sebulan Terbakar! 2 Hektare Hutan Gunung Batur Kintamani Ludes
-
BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp31,2 Triliun di T2 2026
-
Karhutla Meluas di Bali, BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang
-
Bait Manis Kerajaan Oleh-Oleh Bali: Menjelajah Perjalanan Pie Susu Sissy Taklukan Pasar Nusantara
-
Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?