SuaraBali.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali memperoleh penghargaan atas kontribusinya dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Dalam ajang kumparan Awards Impact Makers 2025 yang diselenggarakan di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta (18/12), BRI meraih penghargaan kategori Impactful Grassroots Economic Empowerment sebagai pengakuan atas peran BRI dalam memperkuat ekonomi akar rumput melalui pembiayaan inklusif, literasi keuangan, dan pendampingan usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan ketahanan masyarakat secara berkelanjutan.
CEO kumparan Hugo Diba menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada mereka yang bekerja dengan ketulusan dan memberi manfaat bagi banyak orang. “Penghargaan ini kami persembahkan kepada mereka yang bekerja dengan hati dan konsisten. Bagi kami keberhasilan sejati bukan pencapaian pribadi, tapi bagaimana kita bisa menciptakan warisan dan manfaat yang bisa dirasakan banyak orang, bahkan ketika kita tidak lagi dalam panggung utama,” katanya.
Komitmen BRI terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dijalankan melalui pemberdayaan komunitas, perluasan akses pembiayaan, dan integrasi layanan keuangan yang menjangkau sampai plosok desa. BRI sendiri kini telah memiliki lebih dari 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di 66.649 desa atau lebih dari 80% total desa di Indonesia. Melalui jaringan tersebut, BRI memfasilitasi 913 juta transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.440 triliun, memperkuat peran layanan keuangan formal di tingkat lokal.
BRI juga merupakan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar secara nasional. Hingga November 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp163,38 triliun kepada 3,5 juta debitur, atau setara dengan 92,3% dari total alokasi KUR BRI tahun ini sebesar Rp177 triliun. Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) juga terus diperkuat. Hingga akhir November 2025, BRI telah merealisasikan pembiayaan KPRS sebesar Rp15,87 triliun kepada lebih dari 115 ribu debitur di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari komitmen dalam menyediakan akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Program pemberdayaan komunitas yang dijalankan BRI terus menunjukkan hasil yang konkret. Hingga akhir September 2025, Desa BRILiaN telah menjangkau 4.909 desa binaan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas lokal. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI juga telah mengembangkan 41.715 klaster usaha produktif berbasis komunitas di berbagai wilayah. Melalui sinergi Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM, BRI memperkuat perluasan akses layanan keuangan dengan 34,5 juta debitur aktif dan total 185 juta rekening simpanan mikro.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas komitmen BRI dalam menjalankan pemberdayaan ekonomi rakyat secara berkelanjutan. Setiap program dirancang untuk menjangkau kebutuhan UMKM secara langsung dan mendorong penguatan kapasitas usaha di berbagai daerah. Tujuan akhirnya adalah membangun ekosistem usaha rakyat yang tangguh dan berdaya saing,” pungkas Akhmad.***
Berita Terkait
-
Jadi Binaan BRI, La Suntu Tastio Mendapatkan Berbagai Pelatihan Usaha
-
Lewat BRImo, BRI Permudah Akses Reksa Dana Mulai Rp10 Ribu
-
Lewat BRILink Agen, Ibu Rumah Tangga Ini Bangun Usaha Sekaligus Ciptakan Lapangan Kerja Desa
-
BRI Peduli Tebar Kasih Natal 2025 Lewat Penyaluran Puluhan Ribu Paket Sembako
-
BRI Maksimalkan 1,2 Juta BRILink Agen hingga Super Apps BRImo
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga
-
Gempa M7,7 Guncang Flores: Wae Rebo, Kelimutu, dan Goa Rangko Ditutup Sementara
-
1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG