- 384 anak & guru di TTS diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Dapur Kota Soe I.
- Bupati TTS hentikan distribusi MBG dari SPPG Dapur Kota Soe I, tunggu hasil uji lab BPOM.
- Anak-anak dan orang tua korban alami trauma; Bupati berjanji benahi masalah ini.
SuaraBali.id - Ratusan anak sekolah dan guru di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Kota Soe I.
Peristiwa yang terjadi pada 3 Oktober lalu ini telah menyebabkan 384 orang dilarikan ke rumah sakit dan menimbulkan trauma mendalam di kalangan korban serta orangtua.
Menyikapi insiden serius ini, Pemerintah Kabupaten TTS mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara distribusi makanan dari SPPG yang menjadi sumber masalah.
Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyatakan bahwa penutupan akan diberlakukan hingga hasil uji laboratorium makanan keluar.
"Saya sudah perintahkan agar SPPG itu ditutup sambil kita menunggu hasil uji lab makanan yang dimakan oleh anak-anak dan guru yang disediakan oleh dapur itu," kata Bupati Eduard Markus Lioe dari Kota Soe, Selasa (7/10/2025).
Penutupan SPPG Dapur Kota Soe I ini dilakukan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan dan akan diikuti dengan pembenahan menyeluruh pada penyedia makanan tersebut.
Sampel makanan MBG yang diduga menyebabkan keracunan telah dikirimkan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk diuji.
"Tetapi sampai sekarang belum ada laporan tentang hasilnya.Kami masih menunggu," ujar Bupati.
Dampak dari dugaan keracunan ini sangat dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Didukung BRI, Supplier Ikan Ini Sukses Pasok Program MBG dan Kembangkan Usaha
Banyak anak-anak yang menjadi korban kini mengalami trauma.
"Anak-anak banyak yang trauma dengan kejadian tersebut," ujar Bupati Eduard, seraya menambahkan bahwa beberapa orang tua korban juga menunjukkan kemarahan besar dan tidak ingin kejadian serupa terulang.
Bupati Eduard Markus Lioe berjanji akan membenahi masalah ini secara serius dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Kejadian pada 3 Oktober pekan lalu itu bermula ketika sejumlah pelajar dilarikan ke rumah sakit terdekat di Kota Soe.
Tak berselang lama, jumlah korban bertambah menjadi ratusan, termasuk beberapa guru yang turut mengonsumsi MBG tersebut. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Jangan Sampai Kehabisan! Cek Daftar Harga Promo Spesial Ramadan Uniqlo
-
Promo Kilat Indomaret Sore Ini: Diskon Hingga 50% untuk Es Krim dan Yogurt
-
5 Jurus Jitu Jaga Stamina Usai Makan Opor dan Sungkeman Lebaran
-
Belanja Kebutuhan Lebaran dengan Memanfaatkan Promo Lebaran Blibli
-
10 Hari Penting Dalam Kalender Rahina Bali di Bulan Maret 2026