SuaraBali.id - Warga yang tengah mengungsi di Posko Banjar Tohpati, Denpasar meminta solusi kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming agar banjir di Bali tidak terulang lagi.
Dia meminta solusi itu agar Gibran tidak perlu datang ke Bali lagi untuk menjenguk pengungsian di kemudian hari.
Pria tersebut mengeluhkan jika banjir terjadi setiap tahun di daerah Tohpati. Kejadian kemarin menjadi yang terbesar dan paling berdampak bagi mereka.
Terlebih, warga tersebut juga menyadari jika gorong-gorong yang berada di sekitar Jalan Siulan hanya ada satu dan berpotensi meluber ketika menghadapi cuaca hujan deras.
“Biar Pak Wapres tahun depan tidak datang tahun depan, tolong dong solusinya atas penyelesaian banjir niki,” ujar warga tersebut.
“Itu penting pak, karena ini sudah traumatik warga di sini mungkin setiap tahun kebanjiran, terutama di komplek Siulan,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Gibran meminta pemerintah daerah untuk menemukan solusi terhadap permasalahan tersebut.
Terlebih pembangunan di Bali berlangsung masif dan agar tidak rentan terhadap bencana.
Dia meminta agar pemerintah daerah memperhatikan soal drainase di sekitar dan serapan air di sekitar lokasi.
Baca Juga: Korban Terakhir Ruko Roboh di Pasar Badung Dievakuasi, 15 Jenazah Korban Banjir Ditemukan
Dia juga menitipkan kepada pemda agar kejadian serupa tidak terulang dan sampai menghambat pariwisata.
“Saya titip pak karena pembangunan di bali ini sangat masif saya titip saja nanti kita temukan (solusinya) dan sudah disampaikan ke pak wali juga,” papar dia.
“Kita ingin pasca kejadian ini diperhatikan di sektor-sektor pariwisata,” imbuh Gibran.
Sementara, pada kesempatan yang sama Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jayanegara menjelaskan, besarnya banjir di daerah Tohpati juga dikarenakan adanya mobil yang terseret arus hingga masuk ke aliran drainase.
Sehingga, banyak debit air yang tersumbat.
Padahal, dia mengaku sudah memperlebar drainase di kawasan tersebut sehingga dapat memperbesar air yang dapat dialirkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Terkini
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan
-
Blak-blakan Menteri Bahlil Soal Penyebab Antrean BBM di Bali dan Solusi Kilatnya
-
Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat
-
Asyik! Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Cair Hari Ini, DPR Minta Jangan Ditahan-tahan